Beranda > Seksologi > Saudara Sepupuku yang Seksi

Saudara Sepupuku yang Seksi

Aldi PW | 15/05/2009 – 10:09

INILAH.COM, Jakarta – Saudara perempuanku, Chyntia, suatu malam meneleponku. Dia adalah sepupuku, karena anak dari adik perempuan ibuku. Umurnya sudah 28 tahun, lima tahun lebih tua dariku.

Hubungan aku dengan Chyntia dan adik ibuku lumayan dekat dan akrab. Kita sering saling bertemu dalam acara keluarga seperti arisan.

Jumat malam yang merupakan malam gaul, sekitar pukul 23.45. aku tiba-tiba mendapat panggilan telepon dari Chintya. Dia meminta tolong untuk menjemputnya di sebuah klub di Plaza Senayan.

Chyntia ada di klub itu, sedang menghadiri pesta ulang tahun teman kantornya. Suaminya yang bertugas sebagai pilot sedang terbang ke Australia. Ia baru dua tahun menikah, tetapi belum dikaruniai anak.

Sebenarnya Jumat malam itu aku juga sudah ada rencana bersama teman-temanku untuk dugem di sebuah diskotek di kawasan Kota. Malam itu aku berpikiran hanya menjemput dan menghantar pulang saja tidak akan makan waktu lama. Apalagi sudah tengah malam, aku masih bisa menyusul teman-temanku yang sedang dugem.

Dari arah Rawamangun, tempat tinggalku, aku langsung melaju kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan tol dan keluar di depan Markas Polda Metro, langsung menuju Plaza Senayan.

Setelah mencari parkir di basement, aku langsung naik eskalator dan menuju lantai $, tempat klub itu berada. Setelah menyebut table tempat sepupuku, aku langsung masuk ke dalam.

Dari depan sudah terdengar dentuman suara musik disko selatan. Suasana di dalam klub remang-remang, hanya ada beberapa lampu penerang di sudut-sudut ruangan.

Aku langsung mendapatkan Chyntia yang sedang asyik ajojing di dance floor bersama sejumlah teman wanitanya. Gerakannya cukup liar.

Aku melihat ada beberapa perempuan seksi sedang bergoyang di dance floor. Namun aku segera teringat tujuan utamaku malam itu adalah hanya menjemput Chyntia dan mengantarkannya pulang. Selain itu aku juga sudah ada janji dengan teman2 ku untuk dugem bareng di Kota.

“Hai, Chyntia,” teriakku, ketika melihat sepupuku itu sedang asyik berajojing dengan pakaian seksi dengan belahan dada terbuka.

Karena dentuman musiknya begitu keras, teriakanku tidak didengar oleh sepupuku. Dengan sedikit menerobos kerumunan orang-orang sedang ajojing, aku menghampiri Chyntia dan kupegang pundaknya.

Ia pun menoleh dan langsung mengenaliku. “Doddy!” teriaknya lagi sambil memegang tanganku.

Aku dapat mencium bau alkohol dari mulutnya. Dia memang terlihat sudah mabuk berat.

“Bentar lagi yah, satu lagu lagi. Masih enak soalnya,” kata Chyntia sambil menggoyang-goyang tubuhnya mengikuti dentuman alunan musik.

Aku pun sabar menunggu sambil ikut bergoyang sedikit. Setelah lagu selesai, Chyntia berbisik, “Sebentar yah, aku pamitan sama teman-teman aku,” ujarnya.

Tak berapa lama kemudian, Chyntia menghampiriku, dan kami berdua meninggalkan diskotek itu. Namun setibanya di dekat parkiran mobil, Chyntia tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. Secara refleks aku memegang lengan dan pinggangnya agar tubuhnya tidak tersungkur jatuh.

“Uh, kamu mabuk berat. Masih bisa jalan?,” tanyaku

‘Iya, tidak ada masalah,” jawabnya sambil jalan terhuyung-yuhung.

Sementara waktu sudah menunjukkan pukul 02.00. Karena takut dia jatuh, maka sambil jalan aku terus memegangi pinggang dan lengannya.

Setibanya di mobil, langsung aku buka pintu dan kumasukan Chyntia dalam mobil. Aku langsung menyalakan mesin dan kuarahkan ke rumahnya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Tidak sampai 10 menit, sepupuku sudah tertidur dengan pulas di mobilku yang melaju cukup kencang. Sekitar 20 menit kemudian, aku sudah sampai di depan rumahnya. Aku coba untuk membangunkannya, tetapi tidak bisa. Chyntia benar-benar tertidur lelap sekali. Kubuka tas tangannya dan kuambil kunci rumahnya. Terpaksa aku menggendongnya ke dalam rumah.

Kubaringkan dia di ranjangnya dan timbul sebuah ide nakal di dalam kepalaku. Aku telah bersusah payah menggendongnya ke kamarnya, seharusnya aku mendapatkan sesuatu imbalan yang setimpal? Imbalan yang kuinginkan tidak lain adalah kenikmatan.

Kupandangi wajah Chyntia yang masih tertidur pulas. Aku duduk di samping ranjang Chyntia. Dia tidur dengan terlentang, kuamati dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki. Wajahnya yang cantik dan manis, rambutnya yang sedikit dicat coklat selalu terbayang-bayang di dalam hatiku. Payudaranya yang tidak terlalu besar namun padat berisi. Gaun pestanya berwarna hitam terbuat dari sutra halus, hanya ada sebuah tali yang menyimpang dari pundaknya untuk menggantungkan gaun tersebut.

Gaun sutra itu membungkus tubuhnya yang langsing dan padat dengan ketat, dan berakhir di atas lututnya. Ditambah lagi ada belahan di sebelah kanan sampai tengah pahanya hingga menambah keseksian gaun itu, dan tentu saja pemakainya.

Kakinya padat dan proporsional dibalut oleh stocking hitam yang sangat transparan dan kakinya memakai sepatu tali. Hanya ada tiga tali hitam yang menggiurkan.

Kutelan ludahku, tidak dapat kupercaya saudaraku yang sering menjadi fantasi masturbasiku terbaring menantang di hadapanku, seolah-olah mengundangku untuk menyetubuhinya.

Dengan gugup jari tengah kananku menyentuh pergelangan kaki kanannya. Kuamati wajah Chyntia, ternyata tidak ada reaksi. Kutelusuri tulang keringnya sampai tengah pahanya dengan jariku. Tidak ada reaksi juga darinya. Kugunakan telapak tanganku dan kutelusuri kembali sampai ke pergelangan kakinya.

Kejantananku berdenyut-denyut dengan hebat. Rasanya aku bisa orgasme dengan hanya mengelus-elus kakinya yang dilapisi stocking halus. Berulang kali aku mengelus-elus kaki kanan dan kirinya dan sesekali memperhatikan wajahnya.

Kusentuh ringan pipinya yang halus dan kencang, kudekatkan wajahku dengan wajahnya, sampai aku dapat mendengar nafasnya. Kukecup bibirnya dengan lembut, rasanya sungguh menghanyutkan.

Aku tidak menyangka sepupuku ini tertidur begitu lelap. Melihat reaksi Chyntia yang tetap tidak terbangun dengan apa yang sedang kulakukan, memompa gairahku untuk bertindak lebih jauh. Bahkan saat ini aku tidak peduli lagi jika saudaraku yang cantik ini terbangun.

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku terkejut dan langsung berlari dan mematikan suara HP tersebut. Ternyata aku mendapat SMS dari temanku, dan aku baru ingat kalau aku ada janji dengan mereka.

Sontak aku tersadar. Libidoku juga turun drastis. Aku segera tersadar, sebuah peristiwa memalukan hampir saja terjadi. [L1]

<< kembali

  1. 3 Juli 2013 pukul 13:47 | #1

    With these plans, when the minutes run out, the service goes dead.
    This new gadget included on 10 lists of Smart phone,
    which have been announced or are available in the market.
    To purchase this spyware, log onto the main website of Mobi – Espion and click on the
    purchase now tab to begin the buying process.

  2. 26 April 2013 pukul 10:33 | #2

    Howdy! Do you know if they make any plugins to safeguard against hackers?
    I’m kinda paranoid about losing everything I’ve worked hard on.
    Any suggestions?

  3. 17 Oktober 2009 pukul 09:55 | #3

    every dofuser needs [url=http://www.bawwgt.com]dofus kamas[/url], but most of them can’t find a good [url=http://www.bawwgt.com]cheap dofus kamas[/url] provider, so it’s a problem is they want to [url=http://www.bawwgt.com]buy dofus kamas[/url].now bawwgt will be your best choice on [url=http://www.bawwgt.com]dofus[/url]

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: