Beranda > Peluang & Usaha > Franchise Pisang Goreng Cepat Untung dan Balik Modalnya

Franchise Pisang Goreng Cepat Untung dan Balik Modalnya

Maret 26,2008  |  Rachmat Saepulloh  |  Kosmopolitan

Pisang goreng. Makanan kecil ini bukan hanya dapat dijumpai di tukang gorengan pinggir jalan, dengan “tampang” lecek dan cuma seukuran jari, melainkan juga bisa ditemui di hotel berbintang dengan “wajah berbedak” keju atau cokelat dan harga puluhan ribu, serta nama kebarat-baratan

Pisang goreng termasuk makanan yang fast moving. Maka jika Anda ingin menekuni bisnis ini hanya membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk bisa balik modal.

“Sebagai bisnis fast moving, bila ditekuni, omset yang diraup dari camilan yang rasanya sepat-sepat manis ini, sangat menggiurkan. Contoh, jika dalam sehari kita mampu menjual minimal 500 potong dengan harga Rp2.000,-/potong, maka dalam sehari kita bisa membukukan omset minimal Rp1.000.000,-,” kata Ery Ashok, kreator pisang goreng Ta B’nana.
Tak pelak, bisnis makanan kecil yang digemari semua kalangan ini mengalami booming. Kondisi ini berimbas pula terhadap Ta B’nana, si pisang goreng crispy. Tanggapan konsumen yang sangat baik, berlanjut pada desakan untuk mewaralabakan Ta B’nana.

Sejak Juli 2006, pisang goreng yang memiliki keistimewaan garing dan renyah ini, difranchisekan dengan sistem rekanan atau semi franchise. Maksudnya, “franchisee”-nya yang kini jumlahnya lebih dari 10 serta tersebar di Jakarta, luar Jawa, dan Malaysia, hanya diharuskan membeli bumbunya.

Dengan berjalannya waktu, Ta B’nana yang baru saja mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Makanan Kecil dengan Outlet Terbanyak. Dengan itu, franchisee mendapat 5 kg tepung dan 10 kg crispy seharga Rp20 ribu/kg, gratis.

Jika bahan baku tersebut sudah habis, mereka diharuskan membeli lagi ke franchisor. “Kami menjanjikan Return of Investment dalam waktu 2–3 bulan dan profit margin 20%–30%, dengan asumsi 500 pisang terjual per hari!” tegasnya. Selain itu, franchisor juga mengajarkan know-how-nya. Sebagai bisnis makanan kecil, Ery memberlakukan franchise ini dengan lunak. Misalnya, jika franchisee ingin menyediakan peralatan sendiri, maka franchise feenya dapat dikurangi sebesar Rp3,5 juta.

Demikian pula dengan variasi pisang goreng yang dijajakan, franchisee diizinkan menambahi topping stroberi, keju, atau cokelat. “Untuk harga pisangnya, sejauh ini pisang Ta B’nana dijual dengan harga Rp2.000,- tapi bila franchisee mau menjual dengan harga lebih mahal karena alasan-alasan tertentu ya silahkan. Yang penting jualan laku,” ujarnya.

Untuk lokasi outlet juga tidak ada ketentuan mutlak. “Yang penting berada di kawasan yang ‘ramai’ dan dalam bentuk kios agar proses kerjanya lebih mudah. Karena, pisang dan peralatan kerjanya kan harus disimpan di tempat itu juga,” tambahnya.

Namun, pada kondisi-kondisi tertentu, juga berlaku aturan-aturan tertentu. “Kalau menyalahi aturan terlalu banyak ya kami tegur. Misalnya, pada dasarnya Ta B’nana cuma menjual pisang goreng. Kalau mau menjual gorengan lain ya silahkan, tapi jangan gorengan yang membuat minyaknya bau,” katanya.

Di samping itu, dengan pemberitahuan terlebih dulu, lisensi franchise ini dapat dipindahtangankan. Pada dasarnya, bisnis pisang goreng itu bisnis dengan modal dan risiko kecil.

artikel terkait :

Mencicipi Peluang Bisnis Puding Kedelai
Mengintip Basahnya Bisnis Lidah Buaya
Laba Ratusan Juta dari Cireng
101 Ide Bisnis Tanpa Kantor, Apa Itu?
Jeli Bioetanol, Bahan Bakar dari Jerami
Dari Modal Gunting Kain, Henry Kini Punya 800 Karyawan
Menikmati Gurihnya Laba Icip-icip Jangkrik
Putu, dari Laptop Pinjaman Sekarang Omzet Miliaran
Ujang, Anak Kemarin Sore dan Pertanian Organik
Ini Dia Belia Pendulang Omzet Jutaan Rupiah
Menjaring Uang dari Bisnis Ikan Hias
Sepatu Lukis Lagi “Ngetren”
Meneguk Untung dari Bisnis Es Dawet
Franchise Pisang Goreng Cepat Untung dan Balik Modalnya
Ketika Limbah Koran Jadi Lembaran Uang
  1. 4 September 2012 pukul 22:26

    May I simply say what a relief to find someone who
    really knows what they are discussing on the web.
    You certainly realize how to bring a problem to light and make it important.

    More people have to look at this and understand this side of your story.
    I was surprised you are not more popular because you surely possess the gift.

  2. 6 Juni 2012 pukul 16:17

    Hello there, just became alert to your blog through Google, and found that it is really informative.
    I am going to watch out for brussels. I’ll be grateful if you continue this in future. Lots of people will be benefited from your writing. Cheers!

  3. 23 Maret 2012 pukul 06:39

    wah mantab….

  4. endang w
    12 Oktober 2011 pukul 09:08

    KEDAI DAWET 99, membuka kembali kemitraan dengan masyarakat luas :
     
    1.       Bagi anda yang memiliki tempat usaha strategis, kami siap bekerjasama dengan anda, kami sediakan semua keperluan alat – alat kedai dawet dan dagangan akan di antar sampai tempat.
    2.       Bagi anda pemilik kantin/warung makan/resto/kafe/warung bakso/mi ayam, kami siap menyediakan menu minuman es dawet 99 yang istimewa, dengan harga khusus yang pasti laku dan untung.
     
    Info lebih detail Hub Marketing kami (Yogyakarta) : 0813-283-50030,08985479250
     
     

  5. ranny
    26 Juni 2011 pukul 17:25

    pak eri salam kenal…..
    sya perlu no bpk y bsa dihubungi….
    soalnya bpak sya adlah teman bpak wktu di jawa dlu…bpak sya melihat acra bosan jdi pegawai pak eri ditrastv tdi siang…bpk sya bernama Jeffri Palil…semoga bpk msih inget ya???

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: