Beranda > Peluang & Usaha > Ketika Limbah Koran Jadi Lembaran Uang

Ketika Limbah Koran Jadi Lembaran Uang

August 14, 2009  |  Kosmopolitan

tas-rotan-150x150Tiga sekawan asal Yogyakarta iseng ikutan seminar soal daur ulang. Iseng pula mempraktikkan ilmunya pada kertas koran. Iseng-iseng berhadiah, tak hanya rupiah tapi juga sunah.

Dluwang, dipelopori tiga sekawan Yunnas Habibillah, Dande Noradi Ardian, dan Briko Alwiyanto. Ketiganya mampu mengubah nilai kertas koran yang rendah kembali berdaya guna menjadi tas-tas cantik nan unik. Mereka memplintir-plintir kertas koran, merangkainya membentuk tas dengan teknik yang hampir serupa seperti tas anyaman dari rotan atau eceng gondok.

“Bener-bener iseng awalnya, plintir-plintir koran, trus jadi. Awalnya belum kuat. Trus kita pikirin lagi gimana supaya tahan air,” tutur Dande ketika dijumpai di sela-sela acara Young Enterpreneurs Start up (YES) Competition Award 2009 di Balai Kartini, Kamis (6/8).

Melalui hasil evaluasi akhirnya mereka menggunakan khasiat lem dan pelitur atau antitoksin untuk mengakali agar bahan kertas koran yang sudah dirangkai menjadi tas tersebut tidak mudah hancur ketika terkena air.

Setelah menemui bentuk awalnya pada awal tahun 2008, tiga sekawan ini memutuskan untuk membangun usaha daur ulang kertas koran ini atas merek Dluwang. Dalam bahasa Jawa, dluwang artinya kertas.

“Awalnya kita enggak langsung jual. Kita coba pakai aja yang sudah kita bikin di Festival Kesenian Yogyakarta waktu itu. Lalu ketemu teman yang sedang jalan dengan seorang wisatawan dari Hawaii. Dia kemudian tertarik dan mendorong kami untuk menekuninya,” lanjut Dande.

Sejak itu, mereka serius menekuni bisnis daur ulang kertas koran ini hingga kemudian mampu bekerja sama dengan 15 orang pekerja lokal melalui sistem desa binaan. Order dari konsumen diserahkan kepada para pekerja dari desa binaan ini.

Dengan bekerja sama, Dluwang dapat memproduksi 500-700 tas setiap bulannya. Bagian Dande, Yunnas dan Briko sekarang berkisar soal pemasaran. Bukan hanya tas, bisnis daur ulang dikembangkan ke bentuk pigura.

Sebagai produk pendukung, mereka juga membuat pulpen dari ranting pohon dan juga sandal berdesain unik. Tas-tas Dluwang dibanderol pada harga Rp 30.000- Rp 100.000, pulpen Rp 5.000, dan sandal diharga Rp 35.000-Rp 40.000.

Karena keunikan produk dan prospek bisnis yang cerah, merek Dluwang kemudian dipilih sebagai salah satu pemenang dalam YES Competition Business Award 2009 dan berhak memperoleh uang tunai Rp 10 juta serta memperoleh pendampingan dari eksekutif bisnis pilihan Indonesia Business Link (IBL).

Dande mengatakan, dia dan kedua temannya akan tetap serius menggarap Dluwang. Dande mengaku pemasaran yang dilakukan Dluwang baru melalui pameran dan penawaran online melalui alamat website dluwangart.com, menempel di website lain dan akun Facebook. “Melalui online, justru produk kita bisa dikenal luas juga sih,” ungkap Dande.

Namun, Dande mengatakan, mereka masih berharap memiliki gerai sendiri di kawasan pariwisata Yogyakarta. Menurut Dande, jika negosiasi berhasil, dalam waktu dekat mereka akan membuka gerai di Jl Rotowijaya Alun-Alun Utara, Yogyakarta.

(*/kcm)

artikel terkait :

Mencicipi Peluang Bisnis Puding Kedelai
Mengintip Basahnya Bisnis Lidah Buaya
Laba Ratusan Juta dari Cireng
101 Ide Bisnis Tanpa Kantor, Apa Itu?
Jeli Bioetanol, Bahan Bakar dari Jerami
Dari Modal Gunting Kain, Henry Kini Punya 800 Karyawan
Menikmati Gurihnya Laba Icip-icip Jangkrik
Putu, dari Laptop Pinjaman Sekarang Omzet Miliaran
Ujang, Anak Kemarin Sore dan Pertanian Organik
Ini Dia Belia Pendulang Omzet Jutaan Rupiah
Menjaring Uang dari Bisnis Ikan Hias
Sepatu Lukis Lagi “Ngetren”
Meneguk Untung dari Bisnis Es Dawet
Franchise Pisang Goreng Cepat Untung dan Balik Modalnya
Ketika Limbah Koran Jadi Lembaran Uang
  1. endang w
    12 Oktober 2011 pukul 09:11

    KEDAI DAWET 99, membuka kembali kemitraan dengan masyarakat luas :
     
    1.       Bagi anda yang memiliki tempat usaha strategis, kami siap bekerjasama dengan anda, kami sediakan semua keperluan alat – alat kedai dawet dan dagangan akan di antar sampai tempat.
    2.       Bagi anda pemilik kantin/warung makan/resto/kafe/warung bakso/mi ayam, kami siap menyediakan menu minuman es dawet 99 yang istimewa, dengan harga khusus yang pasti laku dan untung.
     
    Info lebih detail Hub Marketing kami (Yogyakarta) : 0813-283-50030,08985479250
     
     

  2. muhsin
    6 Mei 2011 pukul 13:24

    salam enterpreneur….
    saya apresiasi sekali dengan upaya dan usaha anda, to the point?saya juga berfikir akan inisiatif yang sama tentang limbah koran, namun pengalaman maupun teori-praktik masih belum saya miliki, lantaran dengan ini saya berkeinginan menimba ilmu dari anda. dan juga dengan memanfaatkan koran-koran yang saya miliki, saya juga bermaksud untuk berinvestasi dalam usaha ini, trimakasih atas tanggapannya..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: