Beranda > Berita, Nasional > Noordin Hilangkan Jejak dengan Berpencar

Noordin Hilangkan Jejak dengan Berpencar

[ Sabtu, 15 Agustus 2009 ] Jawa Pos

Densus 88 Tangkap Jaringan di Batam

SOLO – Noordin M. Top memang bukan teroris kemarin sore. Setelah lolos dalam penggerebekan di Temanggung, beberapa hari kemudian jejaknya malah tak terlacak. Tadi malam sejumlah sumber di kepolisian menyebutkan bahwa pihaknya yakin gembong teroris itu masih berada di Jawa Tengah bagian timur. Namun, “sinyalnya” terus menjauh dari pantauan tim Densus 88.

Sumber di kepolisian memperkirakan, Noordin saat ini mengubah strategi pelariannya.

Sebelumnya, dia selalu bersama pengawalnya (salah seorang di antaranya adalah Tedy alias Mubarok). Tapi, sejak pengepungan di Temanggung, dia memilih berpencar.

Cara seperti itu pernah dilakukan Noordin ketika terpepet saat bersama Dr Azhari. ”Dari pelacakan kami, tampaknya Noordin-Tedy berpisah. Ini dilakukan karena posisinya mulai terpepet,” ucap sumber tersebut.

Setelah bom Bali II pada 2005, Dr Azhari dan Noordin memilih berpisah. Keputusan itu tepat. Dalam penggerebekan di Batu, polisi hanya berhasil menembak mati Dr Azhari.

Saat itu Noordin berada di Semarang dan nyaris tertangkap apabila Tedy -orang terdekatnya- ditangkap polisi. Saat itu Tedy berhasil meloloskan diri dari pengejaran polisi setelah terlibat baku tembak dengan polisi di kawasan Simpang Lima, Semarang.

Tujuan menerapkan strategi berpencar itu sederhana saja. Yakni, apabila salah seorang di antara mereka tertangkap, yang lain bisa melanjutkan ”perjuangan”. Cara itulah yang kemudian digunakan Noordin dan Tedy. ”Berdasar pantauan kami, Tedy kini telah mempunyai kemampuan yang setara dengan Noordin. Baik kemampuan meloloskan diri, mengatur jaringan, maupun merencanakan plot serangan secara manual,” tuturnya.

Berdasar pelacakan polisi, Tedy diperkirakan kabur ke arah Tawangmangu dan Noordin diperkirakan kabur ke arah Sragen. Polisi sudah menyisir kedua tempat tersebut. Namun, hasilnya masih nihil. ”Belum ada kejelasan di mana. Kami kehilangan jejaknya di kedua tempat tersebut,” tandasnya.

Selain itu, sumber tersebut menyebutkan bahwa dalam pelariannya, Noordin tak pernah sendiri. Selalu ada pengawal. ”Setelah berpisah dengan Teddy, kini Noordin mempunyai lapis kurir yang baru. Ini yang kami pusingkan. Seolah-olah tak ada habisnya,” katanya.

Karena itu, sumber tersebut mengatakan bahwa pihaknya juga ingin sekaligus menangkap Tedy. ”Kalau tidak segera ditangkap, Tedy akan menjadi Noordin baru,” tambahnya. Jadi, setelah Azhari dan Noordin, bila tidak segera tertangkap, Tedy alias Reno alias Mubarok bisa-bisa menjadi ikon teroris baru.

Operasi Densus di Batam

Kehilangan jejak di Jateng tidak membuat polisi berkecil hati. Kemarin (14/8), Densus 88 Mabes Polri menangkap salah seorang yang diduga jaringan Noordin M. Top di Batam, Kepulauan Riau. ”Memang ada penangkapan. Terkait jaringan Jatiasih. Tapi, perannya apa, sedang didalami tim interogator,” ujar seorang sumber Jawa Pos tadi malam.

Penangkapan itu dilakukan saat operasi tertutup di Pancur, kawasan industri Batamindo. ”Dari Batam langsung dibawa ke Jakarta,” ujarnya.

Siapa dia? Sumber itu mengaku belum bisa memastikan. ”Baru 12 jam, masih diinterogasi serius. Dia mengaku bernama Ilham. Yang jelas, penangkapan itu dari informasi yang diberikan Amir Ibrahim alias Ahmad Feri,” katanya.

Orang itu sementara diduga sebagai penghubung Noordin untuk jaringan di kawasan Sumatera. Kepada Batam Pos (Jawa Pos Group), Kapolda Kepri Irjen Dikdik Mulyana Arif Mansyur menyatakan belum mendapat penjelasan lengkap soal penangkapan tersebut. ”Saya tidak bisa menjelaskan apa pun karena ini wewenang Jakarta,” ucapnya.

Dikonfirmasi soal penangkapan itu, Kadivhumas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna mengaku tidak tahu. ”Saya belum terima infonya. Nanti saya cek dulu,” ungkapnya.

Polisi juga masih memasang mata tajam untuk melacak Saefudin Jaelani. Pria yang fasih berbahasa Arab itu terakhir terdeteksi di Telaga Kahuripan, Bogor, tempat dia menemukan Danni Dwi Permana (bomber JW Marriott). ”Saefudin-lah yang mengirim Romi ke Temanggung,” jelas sumber Jawa Pos.

Romi adalah nama alias Ibrohim. Saefudin sempat menyurvei lokasi Temanggung seminggu sebelum Boim -panggilan Ibrohim- muncul. ”Dia adalah orang yang menghubungi Aris, keponakan Muh. Djahri, dan memintanya untuk menyiapkan lokasi menginap,” ungkapnya.

Saefudin juga melatih Danni serta Nana Muliana (bomber Ritz-Carlton) untuk misi tadhiyah (pengorbanan diri). Danni dan Nana dicekoki paham agar mau berkorban untuk umat Islam yang tertindas di Iraq dan Afghanistan. ”Sebenarnya Saefudin itu hanya mendompleng. Danni dan Nana sebelumnya punya basis keagamaan yang baik,” jelas perwira menengah tersebut.

Danni lebih dulu ikut pengajian salah seorang jamaah yang berafiliasi dengan partai tertentu. Bahkan, dia sempat menjadi ketua kerohanian Islam di SMA Yadika Bogor. ”Tapi, di rumah, ghirah (semangat) Islam-nya itu dibajak Saefudin. Danni memang sedang goyah karena kehilangan figur ayah,” kata analis itu.

Masih menurut pengakuan Amir Ibrahim, Saefudin juga ikut dalam rapat-rapat perencanaan pengeboman SBY di Kuningan, Jawa Barat. ”Dia pindah ke Bogor dengan KK dari Cilimus, kecamatan tempat keluarga mertua Ibrohim,” ujarnya.

Saefudin yang punya dua anak tersebut kini dilacak langsung menggunakan Amir Ibrahim. ”Dia dikeler ke tempat-tempat pertemuan untuk mencari jejak baru,” tegasnya.

Pengebom Ritz-Carlton Umur 20 Sudah ke Poso

Nana Supriatna alias Nana Ikhwan Maulana, pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz-Carlton pada 17 Juli lalu, adalah sosok pemuda desa yang hidup di tengah kungkungan kemiskinan. Untuk jenjang sekolah, dia hanya sampai SD. Untuk tempat tinggal, dia, ibunya, dan saudara-saudaranya harus menumpang di rumah kakak ipar.

Rumah di Kampung Kebon Cau, Desa/Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, tersebut sangat sederhana; kira-kira berukuran 8 x 4 meter dan berdinding tripleks. Itu adalah rumah milik Udin, pria yang menikah dengan Yuyun (kakak Nana).

Kemarin pagi (14/8) hingga sore, rumah tersebut didatangi ratusan warga dan puluhan wartawan. “Nana anak yang baik,” kata Ny Jubaedah, ibu Nana, kepada wartawan. Kalimat “Nana anak yang baik” sampai diulang berkali-kali oleh wanita 65 tahun itu. Dia menyatakan sangat terpukul dengan adanya kabar bahwa Nana adalah pelaku bom bunuh diri di Ritz-Carlton.

“Nana Supriatna merupakan sosok pemuda yang baik. Dia cukup kalem dan selalu menyapa jika berpapasan,” ujar Nurhayati, tetangga Nana. “Dalam bergaul dan cara berpakaian, tidak ada yang aneh. Bahkan, tiga bulan lalu dia sempat bekerja di PT Truba, pelaksana pembangunan proyek PLTU Labuan 2, sebagai penarik kabel,” jelas Nurhayati. Dia menyatakan tak lagi bertemu dengan Nana sejak dua bulan lalu.

Tetangga Nana yang lain, sebut saja Rudi (minta namanya disamarkan), mengatakan bahwa Nana pernah berangkat ke Poso untuk berjihad pada 2000. “Di sana (Poso) hampir setahun, lalu balik ke sini,” kata Rudi.

Dilihat dari segi ekonomi, Nana memang berasal dari keluarga tak mampu. Sejak umur tujuh tahun, dia tinggal bersama ibu dan saudara-saudaranya.

Kepada Radar Banten (Jawa Pos Group), Ahmad Fathoni, juru bicara keluarga Nana, mengatakan bahwa sikap radikal Nana diduga akibat provokasi Noordin M. Top. Nana terlibat dalam kegiatan radikal setelah aktif berdakwah. (ano/rdl/zis/jpnn/iro/kum)


Simak juga :

Anggota Baru DPRD Surabaya Dapat Mobdin Harganya Diatas Rp 150 Juta

Oknum Polisi Nakal Akan Ditindak Tegas Satuan Propam

KPU Sebaiknya Segera Umumkan Hasil Pemilu Legislatif 2009

Polri Akui Tangkap Mohamad Jibril

Tersangka Teroris Baru

Ditemukan mayat laki – laki

Pusat Perbelanjaan, Tempat Ngabuburit Warga Ibu Kota

Jembatan RI-Malaysia Akan Jadi Jembatan Terpanjang Hubungkan 2 Negara

Incar Obama, Noordin ‘Turun Gunung’

Dunia Islam Tak Kenal Humor?

Pemda Mesti Jadi Pimpinan

Pesan Ramadhan dari Barack Obama

Walah! PRT Indonesia Punya Pistol

AS ‘Cium’ Niat Noordin Serang Obama?

Tari Pendet Diklaim Malaysia

Teroris Sulit ‘Disembuhkan’ Sebab Ideologinya Telah Membatu

Heboh Berfoto Bugil di Tengah Penumpang Kereta

Lihat Teroris, Hubungi Siaga Bareskrim

Noordin M Top Kian Terjepit?

Gila! Berjilbab Mesum di Hotel

SBY Terdiam Saat Pidato ‘Menggoda’

Teleprompter Obama Jatuh, SBY Ngadat

KPK-Antasari ‘Jeruk Makan Jeruk’?

Jika Terima Tommy, Golkar Mundurkan Reformasi & Ditinggal Konstituen

Rakyat Tertimbun Bunga Utang Rp 109 Triliun

Misteri Palu Soeharto & Indonesia Raya

Noordin Hilangkan Jejak dengan Berpencar

Pidato Kenegaraan SBY Diwarnai Insiden tanpa Lagu Kebangsaan

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: