Beranda > Berita, Nasional > Pidato Kenegaraan SBY Diwarnai Insiden tanpa Lagu Kebangsaan

Pidato Kenegaraan SBY Diwarnai Insiden tanpa Lagu Kebangsaan

[ Sabtu, 15 Agustus 2009 ] Jawa Pos

JAKARTA – Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di depan Rapat Paripurna DPR kemarin (14/8) diselingi insiden langka. Saat acara kenegaraan itu dibuka, protokoler DPR lupa mengajak hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ketua DPR Agung Laksono meminta maaf atas kelalaian tersebut.

”Ada kekeliruan dalam protokoler kami. Alat kelengkapan enggak salah, hanya protokoler yang seharusnya mengingatkan,” ujar Agung setelah rapat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Seperti halnya acara kenegaraan lainnya, lagu Indonesia Raya seharusnya dinyanyikan pada awal. Setelah itu, acara pembuka dilanjutkan dengan mengheningkan cipta. Baru kemudian masuk ke acara inti, yakni penyampaian pidato dan seterusnya.

Namun, yang terjadi dalam acara pidato kenegaraan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-64 Kemerdekaan RI tersebut tidak seperti biasanya. Agung sebagai pemimpin rapat langsung mengajak hadirin untuk mengheningkan cipta.

Dia baru sadar belum mengajak menyanyikan lagu Indonesia Raya setelah pidato sambutan sebagai ketua DPR. ”Nanti setelah pidato presiden, tolong paduan suara menyanyikan lagu Indonesia Raya karena tadi belum,” kata Agung. Lagu kebangsaan itu pun akhirnya dinyanyikan pada akhir acara.

Selama hampir sejam presiden menyampaikan pidato yang merupakan tradisi tahunan tersebut. Mengambil tema Refleksi Kemerdekaan dan Dinamika Perjalanan Bangsa, SBY mengupas jatuh bangunnya negara dalam menemukan arah tepat demokrasi. Dia juga menyinggung tantangan dalam reformasi gelombang kedua, termasuk ancaman terorisme yang belum berakhir.

Tak lupa, SBY menyinggung sejumlah prestasi pemerintah, baik di dalam negeri maupun peran di kancah internasional. Presiden mendapatkan 29 kali tepuk tangan dari anggota dewan, termasuk standing ovation oleh sebagian hadirin pada akhir pidato.

SBY menyatakan, Indonesia telah menganut banyak model demokrasi. Sejak 1945 hingga 1959, demokrasi parlementer hadir tanpa benar-benar melakukan konsolidasi program karena pemerintah yang kerap berganti.

Era Demokrasi Terpimpin yang ditandai terbitnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 membuat kehidupan bernegara terpusat dan nyaris semua dikuasai presiden. ”Mekanisme check and balance tidak berjalan secara efektif,” kata SBY.

Sementara itu, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2010 menuai hujan kritik. Beberapa fraksi di DPR menyorot tajam target pertumbuhan ekonomi 2010 yang dipatok hanya 5 persen. Salah satu kritik pedas disampaikan Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN).

Juru Bicara FPAN Nurhadi M. Musawir mengatakan, target pertumbuhan ekonomi yang menjadi asumsi utama RAPBN 2010 menunjukkan bahwa pemerintah belum optimistis mendorong perekonomian nasional. “Postur itu cenderung konservatif, kurang inspiratif, dan kurang ekspansif,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS). Juru Bicara FPKS Rama Pratama menyatakan, target pertumbuhan ekonomi yang hanya 5 persen masih perlu didorong untuk menjadi lebih besar.

Dalam nota keuangan RAPBN 2010 yang dibacakan Presiden SBY 3 Agustus lalu, pertumbuhan ekonomi diterget 5 persen, inflasi 5 persen, dan kurs Rp 10.000. (sof/dyn/aga/noe/owi/agm/oki)

Simak juga :

Anggota Baru DPRD Surabaya Dapat Mobdin Harganya Diatas Rp 150 Juta

Oknum Polisi Nakal Akan Ditindak Tegas Satuan Propam

KPU Sebaiknya Segera Umumkan Hasil Pemilu Legislatif 2009

Polri Akui Tangkap Mohamad Jibril

Undip Tolak Mahasiswa Malaysia

Pendet dan Rasa Sayang He

RI Protes Keras Malaysia

Tersangka Teroris Baru

Penari Pendet di Iklan Visit Malaysia Orang Bali

Gara-gara Pendet, Masa Harus Perang Segala!

Malaysia Janji Tegur Pembuat Iklan Tari Pendet

Presiden: Malaysia Diharap Punya Niat Baik

Kirim 5000 SMS Berakhir di Penjara

Ditemukan mayat laki – laki

Pusat Perbelanjaan, Tempat Ngabuburit Warga Ibu Kota

Jembatan RI-Malaysia Akan Jadi Jembatan Terpanjang Hubungkan 2 Negara

Incar Obama, Noordin ‘Turun Gunung’

Klaim Tari Pendet

Dunia Islam Tak Kenal Humor?

Pemda Mesti Jadi Pimpinan

Pesan Ramadhan dari Barack Obama

Tunggu Sahur Sambil Facebook-an, Laptop Dirampas

Walah! PRT Indonesia Punya Pistol

AS ‘Cium’ Niat Noordin Serang Obama?

Pengguna Twitter ‘Pagari’ Tari Pendet dari Malaysia

Tari Pendet Diklaim Malaysia

Teroris Sulit ‘Disembuhkan’ Sebab Ideologinya Telah Membatu

Polisi Telusuri Pemilik Blog ‘Pintu Syurga’

Heboh Berfoto Bugil di Tengah Penumpang Kereta

Lihat Teroris, Hubungi Siaga Bareskrim

Noordin M Top Kian Terjepit?

Gila! Berjilbab Mesum di Hotel

SBY Terdiam Saat Pidato ‘Menggoda’

Teleprompter Obama Jatuh, SBY Ngadat

KPK-Antasari ‘Jeruk Makan Jeruk’?

Jika Terima Tommy, Golkar Mundurkan Reformasi & Ditinggal Konstituen

Rakyat Tertimbun Bunga Utang Rp 109 Triliun

Misteri Palu Soeharto & Indonesia Raya

Noordin Hilangkan Jejak dengan Berpencar

Pidato Kenegaraan SBY Diwarnai Insiden tanpa Lagu Kebangsaan

  1. 22 April 2013 pukul 12:27

    I have been looking high and low for dry cough remedies
    and I found your website. First off I was experiencing complications entering your website by virtue of my
    browser settings. All I can say is that you’ve what I’m searching for and I’m in awe with the content. I’m going to be reading more.
    I will be looking forward to your next post!

  2. 6 Maret 2013 pukul 23:29

    I was suggested this web site by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my trouble. You’re amazing!

    Thanks!

  3. 5 Maret 2013 pukul 18:08

    Hey I know this is off topic but I was wondering if
    you knew of any widgets I could add to my blog that automatically tweet
    my newest twitter updates. I’ve been looking for a plug-in like this for quite some time and was hoping maybe you would have some experience with something like this. Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.

  4. 6 Januari 2013 pukul 10:00

    Aw, this was an extremely good post. Finding the time and actual effort to produce a superb article… but what can I say… I hesitate a lot
    and never manage to get nearly anything done.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: