Beranda > Kesehatan > Segarnya Laba Susu Kuda Liar

Segarnya Laba Susu Kuda Liar

August 3, 2009  |  Rachmat Saepulloh / ktn  |  Kosmopolitan

susu-kuda-liar-2-150x150Pernah mencoba rasa susu kuda liar? Pasti Anda bakal mengernyitkan dahi sebelum mencicipinya. Sebab, bau susu kuda liar memang kurang enak Begitu juga rasanya yang asam dan kecut.

Namun, susu kuda liar mengandung banyak manfaat bagi yang mengonsumsinya, misalnya untuk mengobati sekaligus mencegah beberapa penyakit, seperti sakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker payudara, kanker rahim, bahkan sampai permasalahan seksual, seperti lemah syahwat dan kurang subur.

Tak heran jika iklan-iklan susu kuda liar begitu gencar di radio atau di koran-koran. Rata-rata menawarkan testimoni masyarakat yang sembuh dari penyakit-penyakit tersebut setelah beberapa lama mengonsumsi susu kuda liar secara teratur.

Namun, konsumen yang makin kritis mulai menanyakan arti “liar” di sini. “Kalau benar-benar liar, bagaimana memerah susunya?” tanya seorang pendengar radio yang berminat terhadap susu kuda liar tersebut.

Menanggapi protes masyarakat tersebut, BPOM kemudian mengganti label susu kuda liar menjadi susu kuda sumbawa. Dengan begitu, orang tidak bertanya arti liar di sini karena pada dasarnya susu kuda tersebut merupakan susu kuda hasil ternakan.

Nah, lain lagi di Kabupaten Bima yang masih satu provinsi dengan Kabupaten Sumbawa. Susu kuda yang diambil benar-benar berasal dari kuda liar lantaran kuda yang dimaksud tersebut bebas berkeliaran di lereng Gunung Suromandi, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

“Kuda tersebut sebenarnya milik masyarakat sekitar lereng Gunung Suromandi, tetapi dibiarkan berkeliaran mencari makan sendiri,” ujar Nurdin, Ketua Forum Bima Kreatif yang kerap disapa Haji Nurdin itu.

Lereng Gunung Suromandi sendiri kaya akan rumput-rumputan sehingga kuda-kuda liar ini bebas mencari makanan. Lantaran liar, sangat tidak mudah untuk mengambil susunya.

“Perlu usaha tersendiri untuk menangkapnya dan mengambil susunya. Makanya saya heran kalau ada penjual yang bilang bisa menjual susu kuda liar sampai liter-literan,” tukas Nurdin.

Rata-rata satu kuda bisa diperah hanya sampai dua botol sehingga penjualan susu kuda liar di sini hanya dilakukan berdasarkan pesanan semata. “Kalaupun pesanan banyak, tidak bisa dipaksakan. Paling banter dalam sebulan hanya terkumpul 20 botol susu,” kata Nurdin.

Harga satu botol susu kuda liar ukuran botol sirup hanya sebesar Rp 50.000. Jadi, dalam sebulan omzet masyarakat sekitar lereng Gunung Suromandi paling hanya sebesar Rp 1 juta.

Hasil penjualan susu kuda liar tersebut tidak serta-merta masuk kantong Nurdin, tetapi masuk ke kas desa masyarakat lereng Gunung Suromandi. “Karena kuda-kuda tersebut berada di wilayah lereng Gunung Suromandi, hasil penjualan susu kuda liar tersebut dikelola oleh masyarakat,” ujarnya.

Forum Bima Kreatif sendiri didirikan dalam rangka menyambut tahun Indonesia Kreatif 2009. “Dari pihak pemerintah Bima sudah mulai mengorganisasi masyarakat untuk memperoleh manfaat dari hasil hutan, terutama susu kuda liar dan madu lebah gunung,”pungkasnya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: