Beranda > Seksologi > Ereksi Lenyap Akibat Hubungan Tak Harmonis

Ereksi Lenyap Akibat Hubungan Tak Harmonis

Kamis, 13 Agustus 2009 | 11:52 WIB

1151497p

KOMPAS.com — Tak ada gunanya minum obat ereksi untuk mengatasi “jago” yang tak mau berkokok bila masalah dengan pasangan belum diselesaikan.

Bagi pria, soal kejantanan biasanya diukur dari kemampuannya di ranjang. Sayangnya, depresi bisa menyebabkan libido berkurang dan junior malas terbangun. Di sisi lain, protes dari istri yang kurang puas justru menyebabkan ego pria terusik, yang akhirnya memperburuk disfungsi ereksi.

Depresi dan gangguan seksual memang berjalan beriringan. Selain masalah finansial dan pekerjaan, ternyata hubungan emosional di antara suami-istri sangat memengaruhi kemampuan ereksi pria.

Studi yang dilakukan oleh Hawton dan timnya menunjukkan, pria yang mengalami impotensi mengalami “kesembuhan” ketika komunikasi dengan pasangannya membaik. Pada umumnya, impotensi juga terjadi pada pasangan yang jarang berhubungan seks, sedang berkonflik dengan suami/istri, atau bila salah satu pasangan berselingkuh.

Yang perlu diperhatikan, disfungsi ereksi juga bisa timbul gara-gara pasangan protes dengan kebiasaan seksual atau teknik yang ingin dilakukan. Pria yang merasa kurang percaya diri mampu memuaskan pasangannya karena size juniornya yang mini juga bisa memadamkan hasrat bercinta. Lagi-lagi, diperlukan komunikasi yang terbuka dengan pasangan untuk mencegah gangguan tersebut.

Sebuah studi juga menunjukkan, pria yang impoten biasanya punya hubungan yang renggang dengan istrinya. Kehidupan perkawinan yang monoton diduga memengaruhi hasrat bercinta pasangan. Studi lain mengungkapkan, 50 persen  wanita yang suaminya mengalami impotensi juga mengalami gangguan seksual.

Fakta-fakta di atas dengan jelas menunjukkan bahwa dinamika hubungan dengan pasangan memiliki pengaruh yang besar terhadap kasus disfungsi ereksi. Kurangnya komunikasi, daya tarik pasangan yang berkurang, juga berkurangnya respek pada pasangan bisa membuat gairah menurun drastis.

Oleh karena itu, kemesraan di antara suami-istri perlu terus dipelihara. Sikap saling memuji, memberi kejutan manis, bulan madu kedua, atau kencan-kencan romantis yang dilakukan di sela-sela rutinitas bisa jadi cara untuk menguatkan ikatan emosional suami-istri.
AN
Sumber : askmen

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: