Beranda > Peluang & Usaha > Mencicipi Peluang Bisnis Puding Kedelai

Mencicipi Peluang Bisnis Puding Kedelai

035810pKamis, 16 Juli 2009 | 11:34 WIB | Gaya Hidup Sehat

KOMPAS.com – Banyak orang menyukai kedelai. Selain rasanya yang nikmat, khasiatnya juga bagus untuk tubuh. Kedelai biasa diolah menjadi susu, tahu, dan tempe. Tapi di tangan pengelola PT Zehat International, muncul inovasi produk olahan puding kedelai atau yang biasa disebut tofu puding.

Marketing Manager PT Zehat International Agus M. Dien bilang, ide membuat tofu puding muncul karena mereka ingin memberi variasi pilihan kepada konsumen dalam bentuk makanan siap saji. “Makanya kami buat puding, apalagi selama ini belum ada yang membuat puding dari kedelai,” ujarnya.

Zehat memulai usaha ini sejak 2006. Awalnya, perusahaan ini sebatas mengolah kedelai menjadi susu cair. Setelah melakukan beberapa kali inovasi, akhirnya mereka berhasil meracik tofu puding.

Untuk bahan baku, tutur Agus, Zehat mengimpor kedelai dari Kanada. Mereka memilih kedelai Kanada karena biji kedelainya lebih besar dan putih, sehingga menghasilkan puding yang bersih. “Jadi, bukan kami tak mau pakai produk lokal, tapi selama ini kalau kami coba selalu gagal, ada ampas hitam tersisa,” ujar Agus.

Proses produksi puding tofu ini diawali dengan mengolah biji kedelai menjadi bubuk. Lalu, bubuk kedelai dicampur air dari mata air pegunungan di Ciawi.  Selanjutnya ditambahkan gula putih dan rasa alami. Ada tiga pilihan rasa, yaitu manis, jahe, dan kopi. Untuk puding beraroma jahe dan kopi, dicampurkan jahe atau kopi yang digiling halus.

Bahan-bahan tersebut kemudian dimasak 30 menit. Setelah didinginkan sesaat, dituang ke dalam wadah dan dikemas dengan label merek Soylicious. Lalu dimasukkan ke ruang pendingin selama 5 menit. Kemudian, puding yang sudah dikemas direndam sesaat di dalam air mentah, lalu dikemas dalam dus. Untuk mempertahankan rasa, dus puding dimasukkan ke gudang pendingin dengan suhu 2 derajat sampai 7 derajat celcius.

Zehat rutin memproduksi puding setiap tiga hari sekali. Produksinya mencapai 40.000 pieces per bulan dengan harga Rp 4.000 per pieces.

Zehat memasarkan tofu puding buatannya ke Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Bali. Produk ini juga sudah dipasarkan di beberapa hipermarket besar seperti Sogo, Giant dan Carrefour.

Menurut Agus, setiap bulan Zehan bisa menjual 90 persen dari total produksi mereka. Omzet nya sekitar Rp 144 juta per bulan dengan marjin Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Karena tanpa tambahan pengawet, tofu pudding ini hanya bisa tahan satu bulan.

Karena masa kadaluarsa yang terbilang singkat inilah, Zehat ragu memasarkan tofu puding ke wilayah Sumatera. “Mungkin dengan membangun pabrik di sana, kerjasama dengan distributor, atau cara lainnya, masih dipertimbangkan,” papar Agus.

Saat ini, Zehat dalam tahap pengenalan dan penanaman imaji produknya sebagai produk olahan kedelai yang berkualitas dan tanpa bahan pengawet. “Untuk menjaga imaji, kami tidak bisa memperpanjang masa kadaluarsa dengan memakai bahan pengawet,” ujar Agus.  Zehat berencana menghadirkan tofu puding rasa baru untuk menambah pilihan bagi para konsumen.

Agus optimistis, prospek bisnis tofu puding masih sangat cerah. Sebab, Agus mengklaim, hingga saat ini pemainnya baru Zehat saja. Selain itu, “Beberapa bulan terakhir, kami juga telah menerima pesanan dari sejumlah restoran,” ujarnya. (Dupla Kartini/Kontan)

artikel terkait :

Mencicipi Peluang Bisnis Puding Kedelai
Mengintip Basahnya Bisnis Lidah Buaya
Laba Ratusan Juta dari Cireng
101 Ide Bisnis Tanpa Kantor, Apa Itu?
Jeli Bioetanol, Bahan Bakar dari Jerami
Dari Modal Gunting Kain, Henry Kini Punya 800 Karyawan
Menikmati Gurihnya Laba Icip-icip Jangkrik
Putu, dari Laptop Pinjaman Sekarang Omzet Miliaran
Ujang, Anak Kemarin Sore dan Pertanian Organik
Ini Dia Belia Pendulang Omzet Jutaan Rupiah
Menjaring Uang dari Bisnis Ikan Hias
Sepatu Lukis Lagi “Ngetren”
Meneguk Untung dari Bisnis Es Dawet
Franchise Pisang Goreng Cepat Untung dan Balik Modalnya
Ketika Limbah Koran Jadi Lembaran Uang
  1. 5 September 2017 pukul 04:35

    I shared your blog on Pinterest. This information is good. I am trying to discover more on this field. My roomate wants to be a mentor in this subject someday. I am on the same side as you.

  2. 5 September 2017 pukul 04:21

    My boyfriend told me they really love your write ups article. You have a good head on your shoulders. I will just say awesome! I hate that my browser battery is about dead.

  3. 5 September 2017 pukul 00:57

    good job on this article! On a scale from 1 to 10, You are an 11.

  4. 4 September 2017 pukul 18:08

    The people you love are lucky to have you in their lives. Hello from New Jersey! Ever make it out to Wyoming? Your blog is absolutely on point! Keep it up!

  5. 4 September 2017 pukul 13:20

    I really like your posts. I am trying to learn more about this subject. I bookmarked it to my bookmark site list and will be checking back soon. good post.

  6. 4 September 2017 pukul 12:12

    Your writing style reminds me of my dad. After looking over a number of the write up posts on your blog, I seriously like your way of blogging. This stuff is great. You remind me of my teacher. Incredibly helpful information.

  7. 3 September 2017 pukul 05:25

    Your website is really useful to me. You have a good head on your shoulders. After looking over a number of the blog posts on your blog, I seriously like your way of blogging.

  8. 3 September 2017 pukul 05:03

    Some nice points there. Any additional suggestions or hints? Extremely awesome short article.

  9. 3 September 2017 pukul 04:21

    You should be thanked more often. My girlfriend loves your posts. You appear to know a lot about this.

  10. 2 September 2017 pukul 11:19

    Please write more. I could not resist commenting. I am bored to death at work so I decided to browse your blog on my iphone during lunch break.

  11. 2 September 2017 pukul 06:42

    It is very informative and you are obviously very knowledgeable in this area. When I read your article I could feel myself getting smarter. I will bookmark this. Found this on LinkedIn and I am so glad I did This website was running when I turned on my phone.

  12. 1 September 2017 pukul 17:44

    I could not help myself from commenting. I truly appreciate your efforts and I am waiting for your next post. I bet you make babies smile. I enjoy the info you provide here and can not wait to take a look when I get home.

  13. 1 September 2017 pukul 10:36

    This is so helpful! cool insight. Are there other write ups you work on? I was reading your article and girlfriends stupid ferret spilled a mug all over my browser!

  14. 31 Agustus 2017 pukul 09:03

    I will bookmark this post. I needed this. You have made my day!

  15. 31 Agustus 2017 pukul 08:52

    Pinterest pros would really like your write up. I never discovered any attention-grabbing website like yours. It is really a shock you do not have a larger following. Honestly, you are even better than a unicorn, because you are real. I discovered your post on my Tumblr feed.

  16. 31 Agustus 2017 pukul 05:08

    You have a number of great facts there. Your article reminds me of this guy I used to know. That is a smart way of thinking about it. Thank you for sharing your info.

  17. 12 Juli 2017 pukul 11:27

    Hurrah, that’s what I was seeking for, what a data!
    present here at this blog, thanks admin of this website.

  18. endang w
    12 Oktober 2011 pukul 09:13

    KEDAI DAWET 99, membuka kembali kemitraan dengan masyarakat luas :
     
    1.       Bagi anda yang memiliki tempat usaha strategis, kami siap bekerjasama dengan anda, kami sediakan semua keperluan alat – alat kedai dawet dan dagangan akan di antar sampai tempat.
    2.       Bagi anda pemilik kantin/warung makan/resto/kafe/warung bakso/mi ayam, kami siap menyediakan menu minuman es dawet 99 yang istimewa, dengan harga khusus yang pasti laku dan untung.
     
    Info lebih detail Hub Marketing kami (Yogyakarta) : 0813-283-50030,08985479250
     
     

  19. syukriy
    18 Agustus 2009 pukul 15:58

    Wah, peluang untuk dikembangkan di daerah nih. Pemda bisa melakukan kerja sama dengan PT Zehat untuk memberdayakan masyarakat petani dan pengusaha, sehingga semakin banyak produk lokal yang dimanfaatkan untuk bahan makanan di masyarakat bawah. Sehingga tidaka da lagi kasus masyarakat kurang gizi.

    • solarsedayu
      18 Agustus 2009 pukul 16:39

      to : sukriy
      boleh juga idenya bro…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: