Beranda > Seksologi > ML di Kamar Mandi? Awas Licin!

ML di Kamar Mandi? Awas Licin!

Liana Garcia | 16/08/2009 – 07:09

(Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Banyak yang menilai kamar mandi adalah salah satu tempat favorit untuk ML. Tempat ini lumayan ideal, Anda bisa berlama-lama berada di dalam, bercumbu tanpa khawatir mendapat gangguan dengan kondisi pintu terkunci rapat.

Tempat ini juga sangat mendukung untuk melakukan foreplay maupun afterplay yang mempesona. Jangan bilang bahwa aktivitas seksual di kamar mandi ini sama rasanya seperti halnya saat ML di atas ranjang.

Di tempat baru ini, Anda justru akan mendapatkan sensasi luar biasa yang tak pernah terbayangkan. Dengan beragam jenis keintiman, tentu saja. Perlu diingat, meskipun kamar mandi dapat mendukung kegiatan seks sekaligus bisa mandi, melakukan spa atau sauna bersama, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti misalnya harus berhati-hati pada lantai kamar mandi yang licin.

Standing party

Ruangan yang telah berubah fungsi, dari tempat mandi, kini menjadi arena ML yang intim, seperti acara standing party. Mulai dengan bercumbulah seenak mungkin dan Anda bisa saling melepaskan kain yang tersisa sembari berpagutan hangat.

Dalam kondisi lantai dan dinding dingin, secara otomatis suhu tubuh akan sedikit meningkat. Rasakan saja sensasi sentuhan kulit Anda dengan kulitnya. Sangat hangat. Dan itu merupakan rangsangan tersendiri untuk saling bersentuhan, atau saling menggesek.

Lou Paget, seksolog dari Amerika Serikat berpendapat shower sex adalah variasi yang bagus untuk ML. Sensasi air dapat dengan cepat meningkatkan gairah pasangan. Namun meskipun asyik, Anda perlu ingat beberapa efek negatif dari shower sex.

Pertama, Lou Paget mengatakan, air dapat melarutkan dan membersihkan lubrikasi atau hampir seluruh cairan pelumas Mrs V. Dengan hilangnya lubrikasi, maka penetrasi pun akan lebih sulit untuk dilakukan atau tak senyaman biasanya. Karena itu, lebih disarankan agar shower sex dilakukan sebagai foreplay.

Kedua, berendam di hot tub dapat menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga ereksi tidak begitu kuat.

“Pelebaran pembuluh darah juga dapat menyebabkan kepala terasa berputar-putar atau sakit kepala, terutama saat pengerahan tenaga,” ujar Jaime Corvalan, MN seorang urologis dari San Marino, California.

Ketiga, kondom tidak memberikan perlindungan maksimal dalam hot tub. Air melarutkan spermicide dan membuat kondom mudah copot. Selain itu, kontak terlalu lama dengan air panas membuat latex (bahan pembuat kondom) lebih mudah rusak sehingga kecil sekali perlindungan terhadap kehamilan dan penularan penyakit kelamin.

Namun lantaran sensasinya yang memang luar biasa, banyak pasangan yang bersikukuh ingin ML di kamar mandi. Bagi mereka yang menginginkannya, ada beberapa kiat yang perlu diperhatikan, antara lain:

Anda dan pasangan menghadap berlawanan arah dengan datangnya air. Penetrasi dilakukan dari belakang. Telapak tangan pasangan Anda menempel di dinding, agar posisi tubuh dapat stabil, dan penetrasi pun mudah dilakukan.

Cobalah posisi berhadapan dengan pasangan melakukan oral sex. Dengan demikian, siraman air dapat memberikan efek pijat pada leher, bahu, dan sebagian punggung pasangan yang berada di bawah.

Posisi yang paling menguntungkan adalah salah satu pasangan berdiri, sementara yang lainnya berjongkok. [L1]

<< kembali

  1. Anonim
    7 September 2012 pukul 10:38

    iiiihh,,,, jorok banget sich mbak ngga malu apa

  2. 22 Agustus 2012 pukul 11:16

    enak banget .. seandainya aja TEMPIK ku digituin pasti nyamiii ,. aku di perkosa ma laki laki

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: