Beranda > Psikologi > Sekali Lagi, Selingkuh karena Fb dan SMS

Sekali Lagi, Selingkuh karena Fb dan SMS

1000259p
Minggu, 16 Agustus 2009 | 11:49 WIB

Ibu Sawitri Yth,

Menanggapi rubrik Psikologi pada Minggu (5/7) berjudul Berkomunikasi Melalui Fb dan SMS, Eksesifkah? saya ingin menambahkan (ini mungkin kasus ketiga, ya, Bu).

Suami saya sudah kecanduan internet, terutama Fb (dulu Fs dan sejenisnya). Ia add perempuan-perempuan, ajak kenalan, chat, bahkan minta nomor HP-nya, nanti ketemuanlah dengan dalih barangkali kita bisa bisnis dan banyak lagi. Saya sudah memperingatkan, tetapi dia selalu bilang cuma teman, apa salahnya menambah teman. Tetapi, kok cari teman perempuan sebanyak-banyaknya. Maksudnya apa?? Ingin selingkuh dan menikah lagi??? Apalagi yang dia add mulai dari anak kuliah, wanita karier, janda, istri orang, sampai perempuan yang ”aneh-aneh”, dari yang biasa saja sampai yang body-nya aduhai (diobral foto-foto syurnya di Fb)….

Walau dia selalu bilang cuma teman, tetapi saya tidak terima. Hati saya tidak tenang. Dia bisa berjam-jam duduk di depan komputer. Akhirnya saya sering bertengkar dengannya, hubungan kami jadi tidak harmonis, komunikasi tidak lancar, hubungan suami-istri juga jarang karena dia ”sibuk” dengan teman-teman perempuannya. Apalagi Bu, dia bisa menulis begitu mesra, begitu perhatiannya, berbanding terbalik perlakuan dan perhatiannya kepada saya.

Dia jarang sekali memuji saya, mengatakan honey, sayang kepada saya, tetapi dengan perempuan yang baru dia kenal di dunia maya, sejumlah kata mesra diobral terus. Saya jadi tidak respek, tidak percaya dia lagi, selalu berpikir negatif, bahkan terpikir melakukan hal sama, tetapi saya bukan orang seperti itu. Apalagi saya selalu ingat anak. Walaupun sampai saat ini tidak pernah terjadi perselingkuhan (feeling saya mengatakan demikian), tetapi hati kecil saya selalu berkata, bukan tidak mungkin suatu saat suami pasti akan selingkuh…. Saya jadi sering mengecek e-mail, telepon, dan SMS dia.

Perkawinan saya tidak bahagia (kami sudah menikah sembilan tahun). Saya ingin sekali bercerai, tetapi masih memikirkan masa depan anak saya walau secara keuangan saya mandiri (saya masih bekerja sampai saat ini). Suami saya sudah berubah banyak, Bu. Dulu tidak seperti ini….

Saya ingin sekali konsultasi, curhat, karena sampai detik ini orang mengira perkawinan kami baik-baik saja karena saya tidak pernah menceritakan masalah ini kepada siapa pun. Tetapi, saya bisa gila kalau kondisinya terus demikian. Sebegitu mudahkah laki-laki beristri selingkuh, Bu…? Apa yang harus saya lakukan? Saya sudah cukup sabar, tetapi saya sudah tidak kuat lagi….

Kasus 4

Ibu, perkawinan saya baru berlangsung empat bulan, tetapi sudah menemukan SMS suami yang dikirim kepada seorang perempuan yang ”aneh” di HP suami. Sudah saya tanyakan, dijawab dia hanya bermaksud menambah teman, tetapi ungkapan dalam SMS jawaban dari suami mesra sekali. Kalau saya tanya alasannya, saya tidak mengerti jawaban dia. Biasanya alasan demi alasan yang dia sampaikan baru terus. Kadang suami bilang dia dapat nomor cewek itu dari temannya, kadang dia bilang ceweknya yang menelepon lebih dulu. Ketika saya tanya ke ceweknya, cewek itu bilang suami saya justru yang kontak duluan. Jadi, saya harus bagaimana, Bu, atau saya minta cerai saja?

Saran solusi

Dari kedua kasus tersebut di atas, kita semua dapat merasakan betapa pedihnya hati kedua perempuan-istri tersebut sebagai korban suami yang kecanduan relasi Fb dan SMS yang gegap gempita oleh rayuan, puja-puji antara dua manusia lain jenis yang pada dasarnya tidak saling kenal baik, walaupun terkadang ada janji bertemu dengan dalih peluang bisnis.

Akibat eksesifnya adalah relasi suami-istri akhirnya penuh kemarahan, kejengkelan, dan kecemburuan berlanjut. Hati kedua perempuan istri tersebut diliputi kecurigaan, waswas, cemas, penuh amarah, sehingga menyiratkan keinginan bercerai. Padahal, perceraian membawa konsekuensi psikologis lebih kompleks serta eksesif pula terhadap pasangan maupun anak-anak. Yang juga menyedihkan adalah kasus 4 yang pernikahannya baru berlangsung empat bulan. Suami mereka waktu, perhatian, dan kasihnya disita oleh teman lain jenis di dunia maya.

Untuk itu hendaknya para suami menyadari dan berupaya mengingat istri bukan hanya sekadar bagian dari diri mereka, tetapi tetap pribadi yang sangat membutuhkan pengayoman emosional bersifat personal dan penuh kasih demi terciptanya iklim keluarga yang hangat serta kondusif bagi perkembangan jiwa anak-anak secara optimal. Jadi, gunakanlah relasi di dunia maya dengan penuh kendali.

Bagi para perempuan yang juga kecanduan relasi melalui Fb dan SMS, berkenalan melalui Fb dan SMS memang mengasyikkan. Tetapi, pertimbangkanlah eksesnya bagi kehidupan keluarga Anda (bila sudah menikah) dan keluarga teman di dunia maya tersebut. Janganlah membiarkan relasi berkembang ke arah cumbu rayu tanpa arah serta perselingkuhan pikiran dan batin yang pasti akan menyakitkan perasaan pasangan perkawinan Anda dan pasangan perkawinan teman baru tersebut. Tanpa Anda sadari, Anda menyakiti hati sesama jenis Anda sendiri. Tegakah?!

Sawitri Supardi Sadarjoen, psikolog

Sumber : Kompas

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: