Beranda > Seksologi > Usia Bertambah, “Junior” Ikut Berubah

Usia Bertambah, “Junior” Ikut Berubah

1115239p
Selasa, 4 Agustus 2009 | 11:16 WIB

KOMPAS.com – Secara alamiah, makin bertambah umur, kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon pun berkurang. Dampak dari proses penuaan ini  bukan hanya terlihat dari penampilan kulit tapi juga organ-organ tubuh, termasuk alat vital. Apa saja penuaan yang mungkin terjadi pada si “junior?”

Bukan rahasia lagi bahwa fungsi organ seksual pria makin lama terus menurun seiring dengan usia. Penurunan kadar testoteron (hormon pria) pada pria usia lanjut dapat menyebabkan andropause yang berakibat pada pelbagai perubahan. Sebut saja, mudah letih, lesu, rambut rontok, libido menurun, penis mengecil, bahkan bisa terjadi impotensi dan masalah sirkulasi darah.

Di luar hal itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa penis juga mengalami perubahan signifikan seiring usia. Apa saja perubahan yang dialami oleh penis?

Rupa dan penampilan
Ada dua perubahan utama yang secara kasat mata bisa dilihat dari alat vital pria. Pertama adalah kepala penis yang secara bertahap mengalami perubahan warna akibat berkurangnya sirkulasi darah ke area ini. Selain itu, rambut di kemaluan juga akan semakin menipis.

“Berkurangnya kadar testoteron bisa membuat penis lama-lama kembali ke masa sebelum pubertas, misalnya berkurangnya rambut di area ini,” kata Irwin Goldstein, MD, direktur sexual medicine dari Alvarado Hospital, AS, dan editor in chief jurnal ilmiah The Journal of Sexual Medicine.

Ukuran
Bertambahnya usia pria biasanya diikuti dengan penambahan berat badan. Penumpukan lemak di bagian bawah perut membuat ukuran penis terlihat mengecil. Meski penyusutan ini tidak dramatis, tapi tetap terlihat. “Bila pria di usia 30-an saat ereksi ukuran penisnya mencapai 6 inci, mungkin di usia 60-70 tahun panjangnya hanya sekitar 5 inci,” kata Goldstein.

Apa yang membuat penis menyusut? Menurut para ahli ada dua penyebab. Pertama adalah penumpulan deposit lemak yang menyebabkan plak di arteri kecil di penis. Plak ini akan menyebabkan aliran darah ke penis terhambat. Penumpukan plak (ateroklerosis) yang terjadi pada jantung akan menyebabkan serangan jantung.

Penyebab kedua, menurut Goldstein, adalah berkurangnya elastisitas karena menurunnya lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi. Ereksi terjadi bila bilik ini terisi darah. Nah, penutupan arteri di bagian penis membuat bilik ini makin tidak elastis yang berakibat pada berkurangnya kadar kekerasan saat ereksi.

Bila penis berubah, demikian pula dengan testis. “Sekitar usia 40 tahun, testis ikut menyusut,” kata Goldstein. Ukuran testis pada pria berusia 30-an memiliki diameter sekitar 3 cm, namun saat pria berusia 60 tahun, ukurannya tinggal 2 cm.

Bengkok
Pembesaran penis yang dilakukan sembarangan tanpa kontrol tenaga medis bisa menyebabkan jaringan parut di sekitar penis menjadi tidak rata. Hal ini akan menyebabkan penis bengkok atau disebut dengan peyronie. Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit saat ereksi dan menyulitkan hubungan seksual. Untuk membetulkan kondisi penis, biasanya diperlukan tindakan operasi.

Kurang sensitif
Berbagai penelitian menunjukkan makin tua usia, “alat tempur” pria pun makin kurang sensitif terhadap rangsangan. Akibatnya, junior jadi sulit dibangunkan dan sulit mencapai orgasme.

Penelitian yang dilakukan di Minnesota, AS, terhadap 2.213 pria menunjukkan penurunan yang tajam terhadap kemampuan ereksi pria, berkurangnya libido dan kemampuan ejakulasi pada pria paruh baya. Namun, kepuasan seksual hanya berkurang sedikit.

Untungnya perubahan-perubahan pada organ vital ini terjadi perlahan-lahan dan mulainya sangat bervariasi. Ada yang mulai di usia 40-an, 50-an, 60-an, bahkan setelah 65 tahun. Agar penurunan fungsi organ vital ini tidak terlalu tajam, kuncinya hanya satu: hidup sehat.
AN
Sumber : WebMD

  1. 28 Februari 2018 pukul 11:17

    I’m really enjoying the theme/design of your site. Do you ever run into any web browser compatibility issues? A few of my blog readers have complained about my site not operating correctly in Explorer but looks great in Safari. Do you have any advice to help fix this issue?

  2. 21 Januari 2018 pukul 00:57

    Relatively sure he’ll possess a good study. Thank you for sharing!

  3. 19 Januari 2018 pukul 07:20

    We absolutely love your blog and find nearly all of your post’s to be exactly I’m looking for. Does one offer guest writers to write content available for you? I wouldn’t mind producing a post or elaborating on some of the subjects you write regarding here. Again, awesome web log!

  4. 11 Januari 2018 pukul 10:05

    It’s a shame you don’t have a donate button! I’d definitely donate to this excellent blog! I guess for now i’ll settle for bookmarking and adding your RSS feed to my Google account. I look forward to new updates and will share this blog with my Facebook group. Chat soon!

  5. 4 September 2017 pukul 22:06

    Thank you. You are more fun than bubble wrap.

  6. 3 September 2017 pukul 08:13

    My teacher would like to be a master in this subject. You should be thanked more often. So thank you!!

  7. 2 September 2017 pukul 13:21

    You deserve a hug right now. If your articles are always this helpful, I will be back.

  8. 31 Agustus 2017 pukul 11:46

    That cleared it up for me. I really like your posts.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: