Beranda > Nasional > KPK-Antasari ‘Jeruk Makan Jeruk’?

KPK-Antasari ‘Jeruk Makan Jeruk’?

R Ferdian Andi R | 19/08/2009 – 21:44
Antasari Azhar
(inilah.com /Raya Abdullah)

INILAH.COM, Jakarta – Nasib Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini benar-benar dalam titik nadir. Bukan karena serangan dari pihak luar yang merasa dirugikan, namun ironisnya karena ‘pukulan’ kesaksian Ketua KPK (nonaktif) Antasari Azhar yang menyeret KPK sebagai obyek pemeriksaan polisi. Sikap Antasari seperti ‘jeruk makan jeruk’.

Bermula dari testimoni sebanyak empat halaman yang ditulis tangan langsung oleh Antasari Azhar, geger KPK dimulai. Testimoni yang kini masuk dalam pemeriksaan Polda Metro Jaya itu juga direspons serius oleh pimpinan KPK. Apalagi materi testimoni itu menyangkut beberapa pimpinan KPK yang diduga menerima suap dari Anggoro Widjaja, bos PT Masaro yang sedang berkasus di KPK.

Pengakuan panas itu pun membuat pimpinan KPK kalang kambut. Tuduhan langsung terlontar, mulai dari upaya Antasari memperkerdil KPK hingga upaya hukum terhadap Antasari. Alasannya, testimoni panas itu bermula dari pertemuan Antasari dengan Anggoro Widjaja yang sedang memiliki perkara dengan KPK, terkait korupsi proyek revitalisasi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan.

Pertemuan Antasari dengan Anggoro pun menjadi persoalan baru bagi Antasari. Karena sesuai UU No 30/2002 serta Pasal 36 Keputusan Pimpinan KPK nomor KEP-06/P.KPK/02/2004 tentang Kode Etik Pimpinan KPK, pertemuan antara pimpinan KPK dengan pihak yang bermasalah jelas-jelas dilarang. Disebutkan: “Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi dengan alasan apa pun.”

Karenanya Komite Kode Etik KPK Rabu (19/8) ini melakukan pemeriksaan kepada Antasari Azhar di Ruang Tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta. Sedikitnya ada lima orang tim yang datang, di antaranya Direktur KPK bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) Chesna Anwar dan Deputi PIPM Handoyo Sudrajat.

Antasari sendiri tidak mempersoalkan pemeriksaan yang dilakukan pada dirinya. Meskipun, Antasari membantah telah melanggar kode etik dengan melakukan pertemuan dengan Anggoro. Karena pertemuan tersebut justru untuk mengklarifikasi informasi perihal dugaan suap ke pimpinan KPK.

“Tidak wajar, menyelidiki isu suap lalu mengajak orang yang diduga menerima (suap),” kata pengacara Antasari Azhar, M Assegaf, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/8).

Sementara menurut pengacara Antasarai lainnya, Ari Yusuf, pemeriksaan Antasari oleh Komite Kode Etik KPK bukanlah pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik. Namun menurut Ari, hanya mengecek kebenaran mengenai testimoni yang ditulis Antasari. “Ini pemeriksaan internal, jadi kami tinggalkan. Selain itu, mereka hanya ngobrol-ngobrol saja,” cetusnya.

Di saat yang bersamaan, Rabu (19/8) ini KPK juga melakukan penggeledahan kantor PT Masaro Radiokom. Tidak hanya itu, KPK juga menggeledah rumah di Pondok Indah yang diduga terkait dengan Anggoro Widjaja. Anggoro menjadi figur penting dalam testimoni Antasari.

Terkait testimoni tersebut, muncul beberapa nama seperti Ary Muladi dan Eddy Sumarsono yang disebut-sebut oleh pengacara Anggoro Widjaja sebagai pihak yang mengatasnamakan pimpinan KPK yang menerima suap dari Anggoro. Meski belakangan, dua nama tersebut membantah dikaitkan dengan suap Anggoro.

Penegakan etika di internal KPK mutlak harus dilakukan. Meski, soal suap terhadap pimpinan KPK juga mutlak untuk ditelusuri kebenarannya. Bagaimanapun, KPK harus steril dari persoalan negatif, berupa suap maupun korupsi. Yang pasti, kini KPK dan Anatsari tak ubahnya ‘jeruk makan jeruk’. Inilah ironi lembaga antikorupsi di Indonesia. [P1]


Simak juga :

Anggota Baru DPRD Surabaya Dapat Mobdin Harganya Diatas Rp 150 Juta

Oknum Polisi Nakal Akan Ditindak Tegas Satuan Propam

KPU Sebaiknya Segera Umumkan Hasil Pemilu Legislatif 2009

Polri Akui Tangkap Mohamad Jibril

Tersangka Teroris Baru

Ditemukan mayat laki – laki

Pusat Perbelanjaan, Tempat Ngabuburit Warga Ibu Kota

Jembatan RI-Malaysia Akan Jadi Jembatan Terpanjang Hubungkan 2 Negara

Incar Obama, Noordin ‘Turun Gunung’

Dunia Islam Tak Kenal Humor?

Pemda Mesti Jadi Pimpinan

Pesan Ramadhan dari Barack Obama

Walah! PRT Indonesia Punya Pistol

AS ‘Cium’ Niat Noordin Serang Obama?

Tari Pendet Diklaim Malaysia

Teroris Sulit ‘Disembuhkan’ Sebab Ideologinya Telah Membatu

Heboh Berfoto Bugil di Tengah Penumpang Kereta

Lihat Teroris, Hubungi Siaga Bareskrim

Noordin M Top Kian Terjepit?

Gila! Berjilbab Mesum di Hotel

SBY Terdiam Saat Pidato ‘Menggoda’

Teleprompter Obama Jatuh, SBY Ngadat

KPK-Antasari ‘Jeruk Makan Jeruk’?

Jika Terima Tommy, Golkar Mundurkan Reformasi & Ditinggal Konstituen

Rakyat Tertimbun Bunga Utang Rp 109 Triliun

Misteri Palu Soeharto & Indonesia Raya

Noordin Hilangkan Jejak dengan Berpencar

Pidato Kenegaraan SBY Diwarnai Insiden tanpa Lagu Kebangsaan

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: