Beranda > Seksologi > Tip Memanaskan Ranjang ala Erwin Parengkuan

Tip Memanaskan Ranjang ala Erwin Parengkuan

Foto: Kroscek

Selasa, 18 Agustus 2009 – 12:31 wib | Adhini Amaliafitri – Okezone

BAGI pasangan suami istri (pasutri), seks merupakan salah satu tujuan membina rumah tangga. Agar selalu harmonis, kehidupan seks juga harus berjalan baik, seperti yang dialami Erwin Parengkuan dan Jana.

Erwin dan Jana memang selalu harmonis dan romantis dalam setiap kesempatan. Usut punya usut, ternyata presenter tersebut mengaku punya kehidupan seks menyenangkan bersama istri tercinta.

Saat ditanya mengenai hal itu, pasangan selebriti yang telah menikah selama 11 tahun ini tak pelit berbagi rahasia.

“Komunikasi, resep, dan seks,” ujar Erwin Parengkuan yang hadir dalam acara peluncuran program Maximizing You: 10 years of MagniVicent Satisfaction dari Pfizer Indonesia, di Hotel Sultan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Meski keduanya mengaku seks menjadi resep harmonis ikatan rumah tangganya, bukan berarti memudahkan mereka untuk selalu bercinta.

“Dengan adanya bayi yang baru berusia dua bulan, kita hanya bisa ngeseks seminggu sekali,” papar sang istri, Jana yang juga hadir sebagai bintang tamu.

Kondisi tersebut terjadi bukan tak beralasan. Diakui pria kelahiran Manado, 4 Februari 1970 itu, seks seminggu sekali terjadi lantaran keduanya susah mencari waktu yang tepat.

“Anak kami ada empat, yang pertama (10), kedua (7), ketiga (3), semuanya laki-laki. Dan yang paling kecil (2 bulan), perempuan. Jadi di rumah kami tuh ramai banget. Kemarin baru complain ke Jana, mau berduaan saja pakai janjian segala? Nanti tiba-tiba lagi di tengah jalan ada yang ngetok pintu, lagi di tengah jalan bayinya nangis. Sekarang lagi susah banget cari waktu yang paling tepat,” kata Erwin.

Komunikasi terbuka yang dilakukan keduanya tak hanya seputar masalah rumah tangga, namun juga pada kehidupan seksual.

“Kami ngobrol terbuka. Artinya, Jana kapan mood. Kadang-kadang kita scoring. Misalnya 1-0 gitu. Besok tambah lagi ya jadi dua. Jana kinky banget, kreatif,” puji Erwin.

Upaya membangun hubungan intim yang terbuka dan menguntungkan kedua pihak adalah kunci keharmonisan kehidupan seks pasutri. Berdasarkan alasan itu, Erwin dan Jana menerapkannya dalam rumah tangga keduanya.

“Kita berdua selalu omongin segala sesuatunya. Ada saatnya boring. Dengan gaya gini atau foreplay yang kayak gini. Besok kamu maunya yang kayak gimana, biasanya Erwin tanya. Besok ganti, aku maunya foreplay yang kayak gini. Selalu kita omongin masalah apa. Kalau lagi boring maunya apa. Kalau misalnya aku udah mendapatkan yang aku inginkan, nanti aku nilai,” ungkap Jana.

Senada dengan Jana, Erwin mengaku komunikasi terbuka tentang seks membuat aktivitas di ranjang senantiasa bergelora.

“Mungkin enaknya karena Jana terbuka, dia sangat ekspresif untuk ngomong. Saya enggak tau orang lain. Tapi dia terbuka, jadi saya senang banget. Dia lebih banyak yang memulai di antara hubungan kita di awal pernikahan kami. Karena kalau kita saling terbuka satu sama lain, aktivitas di atas ranjang akan semakin bertahan lama,” sambung Erwin.

Kondisi wanita yang harus menikmati foreplay sebelum memulai ajang pergumulan membuat presenter andal ini merasa gerah. Apalagi, Erwin meyakini hal tersebut terjadi lantaran mereka baru memiliki bayi.

“Kadang-kadang saya tertekan karena dia bilang 3-1, waduh kayaknya saya berdosa banget. Kalo cowok kan maunya langsung ‘cepat’ gitu. Dia bilang enggak bisa, harus pelan-pelan dari bawah sampai atas. Padahal cowok kan udah pengen buru-buru. Apalagi sekarang udah ada baby, waktu tuh penting banget,” tutur pemilik sekolah presenter TALK-inc School for TV Presenter & MC ini.

Pengakuan Erwin itu langsung dibenarkan Jana. Menurut wanita bertubuh mungil ini, wanita harus diperlakukan istimewa dengan aksi pembuka yang menyenangkan.

“Aku bilang, kalau kamu mau buru-buru, enggak pelan-pelan, mendingan gak usah deh! Aku enggak mau. Karena saya bilang, perempuan tuh pakai perasaan, harus pelan-pelan,” tandasnya.(nsa)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: