Beranda > Berita > Jembatan RI-Malaysia Akan Jadi Jembatan Terpanjang Hubungkan 2 Negara

Jembatan RI-Malaysia Akan Jadi Jembatan Terpanjang Hubungkan 2 Negara

Jumat, 21/08/2009 11:32 WIB

Amanda Ferdina – detikNews


thestraitofmalaccacrossing.com

Malaka – Menteri Utama Malaka Seri Mohd Ali Rustam menyatakan jembatan RI-Malaysia akan menjadi jembatan terpanjang buatan manusia yang menghubungkan dua negara. Tidak hanya itu, proyek jembatan ini juga diyakini akan menguntungkan perekonomian kedua belah pihak.

“Jembatan ini merupakan proyek yang menguntungkan dan diprediksikan akan meningkatkan perekonomian kedua negara,” ujra Seri Mohd Ali Rustam, seperti dilansir Bussiness Times, Jumat (21/8/2009).

Ali Rustam menambahkan, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Mohd Najib Razak telah mendukung proyek jembatan sepanjang 38 Km ini. “Kita mengetahui terlepas dari persetujuan pemerintah, terdapat isu lain seperti pendapatan lahan yang harus diurus tetapi itu tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Pembangunan jembatan RI-Malaysia membutuhkan dana US$ 12.5 miliar atau Rp 125,5 triliun. 15 Persen pendanaan proyek berasal dari internal sementara sisanya berasal dari pinjaman bank. Bank Exim China telah menyatakan akan menyokong pembangunan jembatan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Proyek jembatan RI-Malaysia digarap oleh lembaga swasta asal Malaysia, Straits of Malacca Partners Sdn Bhd (SOMP). Izin proyek jembatan dari kedua negara ditargetkan lolos akhir 2009.

(amd/iy)

Jumat, 21/08/2009 11:00 WIB
Proyek Jembatan 38 KM RI-Malaysia Ditargetkan Lolos Akhir 2009
Amanda Ferdina – detikNews


Foto : thestraitofmalaccacrossing.com

Malaka – Sebuah proyek fantastis akan menghubungkan Indonesia dan Malaysia. Proyek itu adalah pembangunan jembatan sepanjang 38 kilometer dari Dumai, Indonesia ke Malaka, Malaysia. Izin proyek jembatan ditargetkan lolos akhir 2009.

Proyek jembatan ini akan digarap oleh lembaga swasta asal Malaysia, Straits of Malacca Partners Sdn Bhd (SOMP). Ketua SMOP, Tan Sri Ibrahim Zain menyatakan pihaknya akan memasukkan proposal ke pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk meminta izin pembangunan proyek tersebut.

“Kami harus memulai proyek ini segera mungkin sehingga kami tidak harus membayar mahal biaya material konstruksinya,” ujar Tan Sri Ibrahim Zain seperti dilansir Bussiness Times, Jumat (21/8/2009).

Jembatan ini pertama kali dibahas oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada tahun 1995. Namun sempat ditangguhkan menyusul krisis ekonomi yang melanda Asia tahun 1997. Proyek ini mencuat kembali semenjak diselenggarakannya Konvensi Dunia Islam ke-9 di Malaka awal tahun ini.

(amd/iy)

Jumat, 21/08/2009 11:20 WIB
Departemen PU Belum Prioritaskan Jembatan RI-Malaysia
Ken Yunita – detikNews


Foto : thestraitofmalaccacrossing.com

Jakarta – Malaysia optimistis, pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Dumai, Indonesia-Malaka, Malaysia dapat dimulai akhir 2009. Namun target ini sepertinya tidak akan terwujud karena proyek senilai US$ 12,5 miliar itu tidak masuk prioritas.

“Belumlah, kalau bicara prioritas, itu bukan salah satu yang mendesak untuk dilakukan,” kata Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak saat berbincang dengan detikcom, Jumat (21/8/2009).

Hermanto mengatakan, saat ini pemerintah masih fokus untuk membangun infrastruktur yang dapat memperlancar transportasi antar pulau di Indonesia. Hal itu, berkaitan dengan pemerataan ekonomi di Indonesia.

“Kita lebih baik mengikat dalam negeri dulu dari pada luar negeri, yang potensial memacu industri dalam negeri. Saya kira posisi Indonesia begitu,” kata Hermanto.

Hermanto mengatakan, sebenarnya, bukan Indonesia tidak merespons usulan yang telah dicanangkan 14 tahun lalu tersebut. Namun hingga saat ini belum ada respons aktif dari pemerintah soal proyek jembatan yang konon akan sepanjang 38 km itu.

“Kalau sebatas teknis, studi, ya tidak masalah. Tapi yang jelas bukan prioritas,” tandasnya.

Apakah jembatan ini kurang menguntungkan untuk Indonesia? “Ya menguntungkan saja, tapi kalau sekarang belum juga ya. Lebih baik mengikat antar pulau dulu kan ekonomi kita kuat. Baru nanti dengan negara lain,” jawabnya diplomatis.

Hermanto mengatakan, sebenanya saat ini akses ke Malaka sudah cukup mudah. Untuk jalur perdagangan, akses dapat menggunakan kapal Ferry. “Kan sekarang sudah cukup efektif dengan Ferry,” katanya.
(ken/iy)

Simak juga :

Anggota Baru DPRD Surabaya Dapat Mobdin Harganya Diatas Rp 150 Juta

Oknum Polisi Nakal Akan Ditindak Tegas Satuan Propam

KPU Sebaiknya Segera Umumkan Hasil Pemilu Legislatif 2009

Polri Akui Tangkap Mohamad Jibril

Tersangka Teroris Baru

Ditemukan mayat laki – laki

Pusat Perbelanjaan, Tempat Ngabuburit Warga Ibu Kota

Jembatan RI-Malaysia Akan Jadi Jembatan Terpanjang Hubungkan 2 Negara

Incar Obama, Noordin ‘Turun Gunung’

Dunia Islam Tak Kenal Humor?

Pemda Mesti Jadi Pimpinan

Pesan Ramadhan dari Barack Obama

Walah! PRT Indonesia Punya Pistol

AS ‘Cium’ Niat Noordin Serang Obama?

Tari Pendet Diklaim Malaysia

Teroris Sulit ‘Disembuhkan’ Sebab Ideologinya Telah Membatu

Heboh Berfoto Bugil di Tengah Penumpang Kereta

Lihat Teroris, Hubungi Siaga Bareskrim

Noordin M Top Kian Terjepit?

Gila! Berjilbab Mesum di Hotel

SBY Terdiam Saat Pidato ‘Menggoda’

Teleprompter Obama Jatuh, SBY Ngadat

KPK-Antasari ‘Jeruk Makan Jeruk’?

Jika Terima Tommy, Golkar Mundurkan Reformasi & Ditinggal Konstituen

Rakyat Tertimbun Bunga Utang Rp 109 Triliun

Misteri Palu Soeharto & Indonesia Raya

Noordin Hilangkan Jejak dengan Berpencar

Pidato Kenegaraan SBY Diwarnai Insiden tanpa Lagu Kebangsaan

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: