Beranda > Seksologi > Seksualitas Pria Penderita Hipertensi

Seksualitas Pria Penderita Hipertensi

Sabtu, 22 Agustus 2009  |  Batam Pos
Adakah kaitan antara hipertensi dan ereksi? Apa hipertensi juga bisa menyebabkan kemandulan? Berikut penjelasan Hudi Winarso, Androlog RSUD dr Soetomo

Angka kejadian penderita hipertensi di masyarakat relatif banyak. Kondisi tersebut (tekanan darah tinggi) dan jenis obat yang dikonsumsi bisa juga memengaruhi potensi seks seseorang.

Tekanan darah yang tinggi (hipertensi) bisa merusak dinding pembuluh darah sebelah dalam, yang disebut endotel. Padahal, endotel itu menghasilkan zat nitric oxide (NO) yang berfungsi membuka saluran darah (vasodilatasi).

Jika yang rusak akibat hipertensi termasuk endotel pada pembuluh yang mengalirkan darah ke penis, aliran darah ke organ itu tidak maksimal. Dampaknya, ereksi juga tidak maksimal.

Obat darah tinggi jenis tertentu, antara lain golongan beta-blocker, diduga berpengaruh yang kurang baik terhadap fungsi ereksi seorang pria. Karena itu, tak ada salahnya penderita hipertensi yang mengalami gangguan ereksi meminta dokter memberikan obat yang tidak mengganggu fungsi ereksi.

Penderita hipertensi juga perlu mempertimbangkan risiko timbulnya masalah lain karena hubungan seks. Sebab, dalam aktivitas seksual terlibat faktor fisik dan psikologis, juga fungsi olahraga yang potensial menaikkan tekanan darah.

Nah, jika tekanan darah sekitar 200 mmHg, peningkatan tekanan darah karena aktivitas seks berisiko menimbulkan masalah lain, misalnya stroke.

Kasus fatal umumnya terjadi bila pasangan yang hubungan seks beda umur jauh, terlalu muda, atau bukan pasangan tetap. Masalah jantung koroner yang mengalami serangan akut juga bisa menjadi pemicu.

Tidak ada pengaruh langsung antara aspek hipertensi dan kualitas sperma. Kualitas sperma ditentukan kualitas produksi biji pelir/testis. Testis yang berukuran besar dan memiliki kekenyalan baik umumnya sebanding dengan kualitas sperma yang baik pula.

Sejauh ini, diketahui terdapat dua faktor yang paling potensial mengganggu kualitas sperma. Yakni, varikokel dan infeksi organ reproduksi. Varikokel bisa dikurangi dengan menghindari kegemukan perut, olahraga dengan gerakan lompat, dan gerakan yang menyebabkan peningkatkan tekanan rongga perut. Infeksi organ reproduksi bisa dihindari dengan melakukan seks aman, pantang berhubungan seks sebelum menikah, menggunakan kondom, dan hanya berhubungan seks dengan pasangan tetap yang sehat. (soe)


  1. 20 Agustus 2014 pukul 12:37

    I’m curious to find out what blog platform you’re working with?
    I’m experiencing some minor security problems with my latest blog and I
    would like to find something more risk-free.
    Do you have any solutions?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: