Beranda > Nasional > Hatta Rajasa: Seluruh Kebijakan Keluarnya dari Kantor Presiden

Hatta Rajasa: Seluruh Kebijakan Keluarnya dari Kantor Presiden

Rabu, 26/08/2009 18:51 WIB

Kebijakan Satu Pintu SBY

Luhur Hertanto – detikNews


Foto: Dokumen detikcom

Jakarta – Susilo Bambang Yudhoyono telah resmi menjadi Presiden terpilih 2009-2014. Kabinet baru pun segera dibangun. Namun ada kabar, SBY bakal merampingkan susunan kabinet yang ada saat ini.

Benarkah demikian? Berikut wawancara lengkap dengan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Majapahit, Jakarta, Rabu (26/8/2009).

Apakah ada perampingan kabinet, Pak?

Dalam UU Kementrian Negara memungkinkan untuk adanya perubahan-perubahan. Namun demikian, tampaknya komposisi atau struktur struktur ini itu dilihat cukup baik.

Jadi tidak akan ada perubahan susunan kabinet?

Tidak baik kalau kita melakukan perubahan drastis, seperti yang dulu tiba-tiba ada departemen A yang hilang. Tentu akan memakan waktu sangat panjang. Ke mana SDM-nya dan itu biasa bebannya cukup berat.

Oleh sebab itu, pandangan saya melihat komposisi seperti ini cukup cukup ideal. Dan itu juga yang diantisipasi pemerintah dan DPR saat menyusun UU Kementrian Negara. Walau pun disebutkan di situ jumlah kementrian maksimum 34 di luar sekab, kepolisian, jaksa agung dan sebagainya.

Apakah perubahan kabinet memang dinilai tidak perlu?

Barang kali yang perlu adalah penajaman, sinkronisasi dan beberapa penajaman dari masing-masing kementerian

Kabinet baru perkembangannya gimana?

Kan Pak SBY sudah menyatakan tentu akan menjadi pertimbangan utama partai-partai koalisi. Tetapi siapa mendapat apa itu betul-betul jadi hak prerogatif presiden. Dalam aceptance speech, kriterinya sudah kelihatan sebetulnya.

PDIP dan Golkar ngaku dapat jatah, bagaimana?

Saya gak bisa ngomong. Walau pun beliau sangat terbuka. Untuk kepentingan lebih besar segala kemungkinan bisa terjadi.

Lalu soal penggabungan kantor Presiden dan Wakil Presiden?

Memang di mana-mana yang namanya office the presiden ya office of presiden. Jadi, seluruh kebijakan keluarnya dari kantor presiden. Baik melalui rapat kabinet, presiden memberikan arahan, selalu begitu.

Jadi tidak menimbulkan ada keputusan di kantor presiden, ada keputusan di kantor wapres, nanti bisa lain. Namun demikian tetap kantornya ada di Istana Wakil Presiden. Hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan tentu di kantor presiden, ini yang akan dipertajam.

Di mana kantor Wakil Presiden?

Pak boediono tentu kita siapkan kantornya. Beliau di sini walau pun kantor Istana Wapres tetap ada. Namun dalam arti office of presiden dalam rangka lebih tajam tetap di sini. Setneg akan persiapkan seluruh keperluan dan fasilitas kantor wakil presiden di dekat sini. Sebetulnya dulu juga sudah disiapkan.

Dengan begitu, keterangan akan satu pintu?

Ya kita harapkan begitu.

(ken/anw)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: