Beranda > Nasional > Pulau di Indonesia Akan Berkurang

Pulau di Indonesia Akan Berkurang

26/08/2009 – 20:57

Freddy Numberi
(inilah.com /Dokumen)

INILAH.COM, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi mengatakan jumlah pulau yang selama ini diketahui mencapai 17.480. Namun, jumlah itu diperkirakan akan berkurang. Kenapa?

“Jangan kaget kalau jumlah pulau kita berkurang. Karena angka sebelumnya itu hanya estimasi dengan menggunakan satelit,” kata Freddy, usai memaparkan Kinerja Lima Tahun Sektor Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Rabu (26/8).

Berkurangnya jumlah pulau tersebut, menurut dia, salah satunya karena belum adanya pemahaman soal definisi pulau itu sendiri. Faktor lain, yakni tidak akuratnya penggunaan satelit.

Contohnya, menganggap kumpulan mangrove sebagai sebuah pulau. Sejak 005, lanjut Freddy, pemahaman tentang definisi sebuah pulau sudah ada, sehingga dilakukan pendataan langsung ke lapangan untuk menghindari kesalahan.

Pendataan dan penamaan pulau dilakukan sejak 2005-2008, dan memakan biaya hingga Rp 6 miliar. “Semua pulau sudah kita namai sekarang masuk proses pembakuan saja,” ujar dia.

Sejauh ini jumlah pulau milik Indonesia yang telah diberi nama dan terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebanyak 4.981. Sisanya, menurut dia, akan selesai diberikan nama dan didaftarkan ke PBB pada tahun 2012. “Ini karena pendaftaran nama pulau ke PBB hanya ada lima tahun sekali,” katanya. [*/nuz]

Keterlaluan! 3 Pulau di Mentawai Dijual

26/08/2009 – 16:59

INILAH.COM, Padang – Penjualan pulau di wilayah Nusantara terulang lagi. Kali ini, tiga pulau di kawasan Mentawai, Sumatera Barat dijual melalui situs http://www.privateislandsonline.com. Pengamat menilai penjualan pulau-pulau itu sudah keterlaluan.

“Kalau ada yang menjual pulau-pulau di wilayah Indonesia, apalagi dilakukan orang asing, itu sudah keterlaluan. Sebab, orang asing tidak boleh menjual pulau Indonesia, mereka hanya boleh memiliki hak guna usaha (HGU), bukan menjual,” kata pakar hukum internasional dari Universitas Andalas Padang, Firman Hasan di Padang, Sumatera Barat, Rabu (26/8).

Ada 3 pulau yang dijual dalam situs yang dikelola Private Islands Inc dan beralamat di 550 Queen St East Suite 330 Toronto ON M5A 1 V2, Kanada itu. Ketiga pulau itu adalah Pulau Makaroni, Pulau Siloinak dan Pulau Kandui. Pulau Makaroni seluas 14 hektar dibanderol US$ 4 juta, Pulau Silionak seluas 24 hektar dihargai US$ 1,6 juta, sedangkan Pulau Kandui yang luasnya 26 hektar dihargai US$ 8 juta.

Menurut Firman, seharusnya Pemkab Mentawai dan Pemprov Sumbar mengetahui bila memang ada aktivitas penjualan tiga pulau di Mentawai. Alasannya, setiap kegiatan investasi, termasuk investasi asing harus berurusan dengan Pemda. Bahkan, apabila ada investor mendapatkan HGU, tidak boleh ekslusif dan tidak dalam posisi bisa menjual.

Sementara itu terhadap HGU dan hak konsesi yang diterima pengelola pulau-pulau itu, pemerintah bisa saja membatalkannya jika diketahui diperoleh dengan cara yang tidak benar. “Jadi tidak ada alasan pihak asing menjual pulau-pulau yang berada dalam wilayah teritorial Indonesia,” tandasnya.

Firman menilai, jika penjualan itu terjadi maka akan dianggap tidak sah dan pemerintah tetap mempunyai hak atas pulau yang dijual. Dia menegaskan, jika ada pihak asing yang mengklaim menguasai pulau-pulau di wilayah Indonesia, harus diketahui dari mana yang bersangkutan mendapatkan izin pengelolaan. Sebab, setelah memperoleh izin pengelolaan pulau atau resor, investor tidak boleh sesuka hati memindahtangankan kepada pihak lain.

Firman menjelaskan, di wilayah perairan Sumbar terdapat ribuan pulau besar dan kecil yang belum seluruhnya terinventarisasi. Sejumlah pulau dan resor di kawasan Kepulauan Mentawai kini dikelola investor dari Australia, Italia, dan pihak asing lainnya. Pulau-pulau itu menjadi daya tarik asing karena ombak di sekitarnya termasuk salah satu yang terbaik di dunia yang cocok untuk olahraga selancar.

“Apabila ada yang belum memiliki nama, segera beri nama. Tidak boleh terjadi pihak asing seenaknya mengelola pulau-pulau d wilayah teritorial kita,” imbaunya. [*/fiq]


Berita terkait :

3 Pulau Dijual, Mendagri Diminta Cek ke Lapangan

Tiga Pulau di Mentawai Dijual ke Orang Asing?

Istilah ‘For Sale’ Bukan Dijual, Tapi Hak Pengelolaan

Depdagri Akan Cek Penjualan 3 Pulau Lewat Internet

3 Pulau Dijual di Internet

Lagi 3 Pulau Dijual

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: