Beranda > Seksologi > Seks Sambil Tidur? Emang Bisa?

Seks Sambil Tidur? Emang Bisa?

25/08/2009 – 18:27
Liana Garcia
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Hati-hati dengan kelainan tidur Anda, karena bisa melibatkan perilaku seksual. Perilakunya bisa beragam, mulai dari sekadar mendesah, masturbasi, tentu sambil tidur!

Seks sambil tidur atau dikenal dengan istilah seksomnia adalah sejenis parasomnia. Para somnia sendiri adalah sekelompok kelainan tidur yang di antaranya termasuk berjalan dalam tidur, berbicara dalam tidur, dan serangan mimpi buruk.

Sementara seksomnia adalah kelainan tidur yang melibatkan perilaku seksual. Apa saja perilaku seksual yang biasa dilakukan oleh orang dengan seksomnia?

Perilakunya bisa beragam, mulai dari sekadar mendesah, masturbasi, hingga menggoda pasangan tidur untuk melakukan hubungan intim, tentu sambil tidur.

Dalam jurnal Sleep, disebutkan, perilaku kurang lazim seperti biasanya timbul saat seseorang sedang dalam satu titik di antara kondisi tidur nyenyak dan terbangun.

Seksomnia juga terjadi pada pengidap sejumlah kelainan tidur lainnya, seperti insomnia dan restless legs syndrome (semacam kelainan syaraf yang menimbulkan sensasi tidak nyaman pada kaki dan menyebabkan dorongan tak terkontrol untuk menggerak-gerakan kaki demi menghasilkan rasa tidak nyaman tersebut).

Menurut Dr Carlos H Schenck dari Minnesota Regional Sleep Disorders Center, Minneapolis, AS, ada pula perilaku seperti ini yang dilakukan bukan hanya pada jam-jam tidur- melainkan saat bangun, seperti yang terjadi pada penderita sindrom Kleine- Levin.

Sindrom ini adalah sebuah kelainan langka yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan secara terus- menerus. Penderitanya biasanya tidur selama 16-24 jam, namun saat bangun, mereka cenderung menjadi ‘hiperseks’.

Ada pula pasangan yang memang gemar melakukan sleepsex atas kesepakatan berdua, namun hal ini tidak tergolong kelainan.

Apakah seksomnia sama dengan penyimpangan seksual?

Dr Schenck yang juga menulis buku Sleep: The Mysteries, the Problems, and the Solutions menyatakan, hampir seluruh penderita kelainan tidur berisiko memiliki perilaku seksual yang ‘kurang lazim’.

Namun ini adalah bagian dari kelainan tidur yang dapat didiagnosa dan dirawat bukan suatu gejala penyimpangan seksual. [L1]


terkait :

Vibrator, Alat Bantu Seksual Terfavorit

Agar Seks Makin Luar Biasa

Foreplay dengan Es? Wah… Dingin!

  1. 27 Agustus 2009 pukul 16:15

    ehm duh godaan nih hahaha

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: