Beranda > Nasional > Benarkah Lagu Terang Bulan Asli Buatan Indonesia?

Benarkah Lagu Terang Bulan Asli Buatan Indonesia?

Senin, 31 Agustus 2009 – 09:27 wib

Ferdinan – Okezone

JAKARTA – Lagu Terang Bulan mendadak kembali tenar belakangan ini. Mencuatnya lagu yang pertama kali diputar di RRI Jakarta dengan piringan hitam pada 1956 silam, kemudian menjadi ‘amunisi’ bagi sekelompok masyarakat di Indonesia yang jengah atas aksi klaim Malaysia terhadap sejumlah produk buatan Indonesia.

Berdasarkan penelusuran okezone, lagu Terang Bulan ini diadaptasi sebuah lagu yang populer berjudul “La Rosalie”, pada akhir abad 19 di wilayah jajahan Perancis, sekitar lautan Hindia. “Lo Rosalie sendiri adalah gubahan musisi berkebangsaan Perancis Pierre-Jean de Béranger (1780-1857).

Popularitas lagu tersebut sampai melintasi lautan Hindia dan mencapai wilayah Kepulauan Melayu pada awal abad 20. Pada tahun 1888, lagu tersebut digunakan sebagai lagu kebangsaan negara bagian Perak, Malaysia.

Lagu tersebut pertama kali digunakan sebagai lagu kebangsaan Perak ketika Sultan Idris dari Perak diundang oleh Ratu Victoria ke London pada tahun 1888, setahun setelah dinobatkan sebagai Sultan.

Nada yang sama kemudian diperkenalkan oleh “Indonesian Bangsawan” (Opera), yang sedang mengadakan pementasan di Singapura pada tahun 1920. Dengan serta-merta, melodi tersebut kemudian menjadi sangat terkenal dan kemudian dinamai Terang Bulan.

Terang Bulan dengan segera menjadi lagu tembang “evergreen”, yang sering ditampilkan pada pesta-pesta, kabaret-kabaret, dan dinyanyikan oleh begitu banyak orang pada tahun 1920-an hingga 1930-an.

Namun setelah kemerdekaan Malaysia dari Inggris pada 1957 dan lagu “Allah Lanjutkan Usia Sultan” diadaptasi sebagai lagu kebangsaan negara Malaysia dengan judul “Negaraku”, lagu tersebut tidak dimainkan secara bebas lagi dan penggunaannya telah diatur oleh Undang-undang.

Polemik lagu kebangsaan Malaysia menjadi sebuah tanda tanya karena hingga kini belum bisa dipastikan siapa pencipta lagu tersebut. Kepala Cabang Lokanta Surakarta Perum Percetakan Negara RI, Ruktiningsih lantas menggelar jumpa pers di Solo pada 28 Agustus 2009.

Menurut dia, lagu ‘Terang Bulan’ pertama kali diputar di RRI Jakarta pada tahun 1956, sedangkan Malaysia baru merdeka pada 31 Agustus 1957. Perbedaan antara lagu Terang bulan dengan lagu kebangsaan Malaysia ‘Negaraku’, kata dia, hanya terletak pada syairnya saja, sedangkan nada dan iramanya hampir sama.

Di saat yang hampir bersamaan kemudian Aden Bachri mengungkapkan lagu Terang Bulan adalah ciptaan ayahnya, Syaiful Bachri. Bachri kemudian akan mendatangi perusahaan rekaman negara Lokanta di Surakarta, Solo untuk menyusuri keberadaan rekaman asli Terang Bulan.

Bachri seperti diberitakan RCTI juga berniat mendatangi Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, bila telah memiliki bukti autentik. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik hingga kini belum bisa memastikan lagu Terang Bulan asli buatan Indonesia.

Kepada okezone, dia mengatakan pihaknya segera melakukan penyelidikan asal muasal lagu tersebut. “Kita mengecek sejarah lagu itu di Arsip  Nasional,” ujarnya, di Jakarta. (kem)

Depbudpar Selidiki Asal Muasal Lagu Terang Bulan

Senin, 31 Agustus 2009 – 04:27 wib

Ferdinan – Okezone

Foto: noscadgie.files.wordpress.com

JAKARTA – Polemik saling klaim antara Malaysia dan Indonesia terus berlanjut. Setelah Malaysia mengklaim tari Pendet asli milik Bali. Kini, giliran Indonesia yang balik mengklaim lagu kebangsaan Malaysia berjudul Negaraku adalah contekan dari lagu Terang Bulan milik Indonesia.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menegaskan departemennya segera menyelidiki asal muasal lagu Terang Bulan yang memiliki kemiripan dengan lagu kebagsaan Malaysia itu.

“Kita akan mengecek sejarah lagu itu di Arsip Nasional,” kata  Jero Wacik kepada okezone di sela buka bersama di kediaman Ginandjar  Kartasasmita, Komplek Menteri Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2009).

Dia menengarai adaptasi lagu Terang Bulan menjadi lagu Negaraku terjadi, karena Presiden Soekarno kala itu pernah memberi hadiah kemerdekaan kepada Malaysia berupa piringan hitam yang berisikan lagu Indonesia di antaranya Terang Bulan.

“Itu juga harus dicek. Saya belum bisa memastikan,” sambungnya.

Polemik klaim Indonesia atas lagu milik Malaysia mencuat ke permukaan ketika Kepala Cabang Lokanta Surakarta Perum Percetakan Negara RI, Ruktiningsih mengatakan kalau lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku memiliki kemiripan dengan aransemen lagu Terang Bulan.

Menurut dia, lagu Terang Bulan pertama kali diputar di RRI Jakarta pada tahun 1956, sedangkan Malaysia baru merdeka pada 31 Agustus 1957. Kendati begitu, hingga kini siapa pencipta lagu tersebut belum bisa diketahui. (kem)

terkait :

Ada yang Sengaja Perburuk Hubungan Indonesia-Malaysia
Gila, Lirik Lagu Indonesia Raya Dilecehkan
Lagu Indonesia Raya ‘Dipermak’ di Forum Online
  1. solarsedayu
    7 September 2009 pukul 07:21

    to : ekojuli, & lawliet90,
    yup, setuju …
    emang faktanya begitu, ya nggak?

  2. lawliet90
    7 September 2009 pukul 03:02

    wah…wah….malingsia memang plagiat sejati……😆

  3. ekojuli
    4 September 2009 pukul 13:30

    nggak kreatip….

    ini lagi buktinya: lagu anak-anak Abang Tukang Bakso dan Bintang Kejora di Jiplak sekaligus:

    http://ekojuli.wordpress.com/2009/09/04/malaysia-pernah-klaim-abang-tukang-bakso/

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: