Beranda > Nasional > Malaysia Ultah di Tengah Tuduhan Menjiplak Lagu Kebangsaan

Malaysia Ultah di Tengah Tuduhan Menjiplak Lagu Kebangsaan

Senin, 31/08/2009 06:10 WIB

Anwar Khumaini – detikNews


Jakarta – Hari ini, Senin 31 Agustus 2009, negeri jiran Malaysia berulang tahun yang ke-52. Kemerdekaan Malaysia yang lebih dari setengah abad ini merupakan jerih payah Malaysia melawan penjajah Inggris. Namun ulang tahun (ultah) Malaysia kali ini dibayang-bayangi kenyataan pahit: lagu kebangsaannya dituduh menjiplak. Beberapa hari terakhir, media-media di Indonesia gencar memberitakan, lagu kebangsaan Malaysia, ‘Negaraku’ yang diduga menjiplak lagu lawas Indonesia berjudul ‘Terang Bulan’. Adalah Lokananta, sebuah perusahaan milik negara yang bergerak dalam usaha dokumentasi, meyakinkan publik bahwa lagu ‘Terang Bulan’ adalah lagu milik bangsa Indonesia yang telah dijiplak dan hanya diubah syairnya oleh Malaysia untuk dijadikan lagu kebangsaan. “Introduksi maupun nadanya sama persis. Hanya temponya diubah sedikit. Sedangkan syairnya diubah disesuaikan untuk kebutuhan negara Malaysia. Syairnya semula sangat umum karena memang itu lagu hiburan, diubah menjadi sangat patriotik,” ujar Kepala Perum Lokananta Surakarta, Ruktiningsih, Jumat 28 Agustus lalu. Klaim bahwa lagu kebangsaan Malaysia adalah buah jiplakan lagu Indonesia ini sebenarnya bukan hal baru. Beberapa tahun silam, isu ini juga sempat mengemuka. Namun isu ini kembali muncul seiring dengan munculnya tari pendet asal Bali dalam iklan pariwisata Malaysia. Iklan kontroversial ini pun membuat publik Indonesia marah. Dalam catatan arsip Lokananta, hanya tertulis lagu tersebut sebagai lagu hiburan atau lagu rakyat populer dalam kategori jenis irama keroncong berdurasi 11 menit 15 detik dan tidak ada nama pencipta. Terang Bulan direkam pada piringan hitam pada 16 Maret 1965, bersama tiga lagu jenis keroncong lainnya. Tak cuma sering mengklaim budaya Indonesia seperti tari pendet, wayang, angklung, keris dan sebagainya, Malaysia ternyata sudah membeli semua karya sastra dan budaya dari Kepulauan Riau dan Mentawai. Hal ini diungkapkan oleh pegiat masyarakat nusantara Bondan Gunawan Sabtu 29 Agustus kemarin dalam sebuah acara diskusi. Bondan menilai, langkah Malaysia yang membeli karya sastra dan budaya Indonesia dapat dikategorikan teror budaya. Malaysia telah mendeklarasikan perang budaya terhadap Indonesia. “Apa yang harus kita lakukan marilah kita berpegang kepada Pancasila yang menyatukan persatuan nasional,” saran Bondan. Sebagaimana lagu ‘Indonesia Raya’ yang selalu dinyanyikan dalam setiap detik-detik perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI, lagu ‘Negaraku’ tentunya juga akan dinyanyikan dalam HUT Malaysia hari ini. ‘Serangan’ penjiplakan lagu kebangsaan tersebut semoga mengingatkan Malaysia untuk tidak terus mengklaim karya-karya milik negeri serumpun, Indonesia. (anw/mei)

lagu kebangsaan malaysia juga dari indonesia

// <![CDATA[//

lagu, kebangsaan, negara, malaysia, juga, dari, indonesia

30 agustus 2009,
Sepertinya masih banyak karya anak bangsa Indonesia yang diklaim Malaysia. Kali ini lagu kebangsaan Malaysia berjudul “Terang Bulan” dan “Negaraku” diyakini milik Indonesia yang diambil Malaysia.

“Instrumennya sama dan tidak ada yang berbeda, hanya syair lagu berbeda,” ujar Konsultan Lokananta Recording, Jaka Irmanta, saat jumpa pers di kantornya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/9/2009).

Menurut dia, Lokananta baru mengetahui hal ini setelah menginventarisasi lagu asli Indonesia agar tidak diklaim Malaysia kembali. “Lagu ‘Terang Bulan’ pertama kali diputar di RRI Jakarta pada tahun 1956, sedangkan Malaysia baru merdeka pada 31 Agustus 1957,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, pada Senin mendatang atau bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Malaysia, Lokananta akan mendatangi Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta sekaligus memberikan somasi atas lagu tersebut.

Sementara itu, Kepala Perum Lokananta Surakarta Ruktiningsih membantah jika lagu tersebut merupakan pemberian mantan Presiden Soekarno sebagai hadiah atas kemerdekaan Malaysia. “Tidak ada dokumen penyerahan lagu tersebut,” pungkasnya.(okezone)

terkait :

Ada yang Sengaja Perburuk Hubungan Indonesia-Malaysia
Gila, Lirik Lagu Indonesia Raya Dilecehkan
Lagu Indonesia Raya ‘Dipermak’ di Forum Online
  1. lawliet90
    7 September 2009 pukul 03:02

    kacian….😆

  2. solarsedayu
    3 September 2009 pukul 17:19

    to: Teddy Wirawan Trunodipo,
    betul itu bro, ibaratnya kita harus terus siskamling sebelum kecolongan, bukan nungguin kecolongan dulu baru siskamling, kah..kah.. kah.. (gaya ketawa malingsial)

  3. Teddy Wirawan Trunodipo
    31 Agustus 2009 pukul 08:27

    yang bener……
    emang sampai segitu plagiat nya?

    kalau begitu badan persetujuan hak paten harus bekerja keras jangan samapi kecolongan lagi

  1. 3 Juli 2010 pukul 07:42

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: