Beranda > Nasional > Lagu Kebangsaan Malaysia Ciptaan Orang Indonesia

Lagu Kebangsaan Malaysia Ciptaan Orang Indonesia

Rabu, 2 September 2009 | 13:41 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Sonya Helen Sinombor

SOLO, KOMPAS.com — Lagu “Terang Bulan” yang melodinya sama persis dengan Lagu Kebangsaan Malaysia “Negaraku” merupakan ciptaan Saiful Bahri, mantan pimpinan Orkes Studio Jakarta (milik RRI). Keluarga Saiful Bahri (alm) meyakini, lagu tersebut salah satu dari ribuan lagu ciptaan Saiful.

Lagu ciptaan Saiful Bahri tersebut memang pernah diminta Malaysia. Bahkan, Presiden Soekarno—pada sebuah acara Perayaan HUT Kemerdekaan RI—pernah meminta Saiful memberikan lagu tersebut untuk dijadikan lagu Kebangsaan Malaysia. Ketika itu, tamu-tamu yang hadir mendapat hadiah rekaman lagu-lagu Indonesia.

“Waktu itu sekitar tahun 1961 atau 1962. Bung Karno mengatakan, ‘Ful, kasih aja. Itu kan belum punya lagu kebangsaan’,” ujar Subroto (74) mantan pemain Orkes Studio Jakarta, Rabu (2/9) di Solo.

Rabu siang, Subroto bersama salah satu anak Saiful Bahri, Aden Bahri, mendatangi Perum Percetakan Negara Lokananta Cabang Surakarta di Solo. Aden bersama istrinya Artha Simamora (Artha Record), yang merekam lagu-lagu karya Saiful, menunjukkan rekaman-rekaman lagu Saiful, serta dokumen foto Saiful.

“Kami sekeluarga menyanyikan lagu itu sejak dulu. Saya mendengar pertama kali lagu ‘Negaraku’ sekitar tahun 1969. Waktu dengar lagu itu, saya bilang kok mirip,” ujar Aden.

Menurut Aden, dia sempat menanyakan kepada almarhum ayahnya tentang lagu yang mirip dengan lagu “Terang Bulan”, dan dibenarkan bahwa itu memang melodi lagu “Terang Bulan”. Saat itu, ayahnya justru mengaku bangga karena lagunya dipakai sebagai lagu kebangsaan negara lain.

Mengapa baru sekarang bicara? Baik Aden maupun Subroto menyatakan hal itu dilakukan karena sekarang Malaysia dinilai sudah keterlaluan, mengklaim berbagai aset budaya Indonesia. “Dulu Malaysia baik-baik jadi enggak ada yang protes. Tetapi sekarang Malaysia sudah keterlaluan, kita benar-benar dilecehkan,” ujar Subroto.

Kepala Cabang Perum Percetakan Negara Lokananta Solo Ruktiningsih menegaskan bahwa Lokananta, yang sejak tahun 1962 mendokumentasikan lagu-lagu daerah dan nasional, menemukan ada kesamaan irama musik antara lagu “Negaraku” dan lagu “Terang Bulan” yang sejak tahun 1965 sudah didokumentasikan Lokananta.

Lokananta Tidak Somasi Malaysia

Selasa, 1 September 2009 | 02:02 WIB

SOLO, KOMPAS.com–Pihak perusahaan rekaman, Lokananta, mengklarisikasi bahwa mereka tidak akan melakukan somasi terhadap Malaysia terkait dugaan penjiplakan lagu “Terang Bulan” pada lagu kebangsaan Malaysia, “Negaraku”.

“Isu mengenai kami yang akan melakukan somasi terhadap Malaysia adalah hal yang salah,” kata Kepala Perum Lokananta  Cabang Solo, Jawa Tengah, Ruktiningsih, di Solo, Senin.

Sebelumnya diberitakan bahwa lagu kebangsaan Malaysia, “Negaraku”, diduga jiplakan dari lagu “Terang Bulan” yang dinyanyikan sejak era 1930-an dan direkam oleh Lokananta yang berlokasi di Kota Solo.

“Terkait adanya dugaan tersebut, kami hanya melakukan klarifikasi saja. Pihak-pihak yang menyebutkan bahwa kami melakukan somasi adalah salah dan bukan menjadi tanggung jawab kami,” katanya.

Klarifikasi yang dilakukan pihak Lokananta, lanjutnya, terkait intro dan aransemen lagu “Terang Bulan” yang terkesan sangat mirip dengan lagu kebangsaan Malaysia, “Negaraku”.

“Selain itu, kami juga menyampaikan mengenai tempo kedua lagu yang berbeda,” katanya.

Berdasarkan dokumen di Lokananta, katanya, proses rekaman lagu “Terang Bulan” secara koor pada 1956 di Studio Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta dan dinyanyikan oleh Ansamble Bandung.

“Untuk keperluan bahan siaran RRI di seluruh Indonesia, maka lagu tersebut diperbanyak dengan menggunakan media piringan hitam pada 16 Maret 1965,” katanya.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, katanya, lagu “Terang Bulan” adalah karya Indonesia karena diproduksi oleh Lokananta.

“Untuk memakai lagu tersebut termasuk dengan mengubahnya, semua pihak perlu melalui tahap-tahap tertentu dan tidak bisa seenaknya mengubah lirik atau temponya,” katanya.

Mengenai pengakuan pihak keluarga Saiful Bahri yang mendaku bahwa lagu “Terang Bulan” adalah ciptaan Saiful Bahri, katanya, pihaknya juga menyambut positif.

“Jika pihak keluarga meminta rekaman lagu tersebut, Lokananta siap memberikan kepada mereka,” katanya.

Penyelesaian secara hukum menyangkut masalah dua lagu tersebut, katanya, pihak Lokananta menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

Sumber : Ant

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: