Beranda > Internet > Kejahatan Internet di AS

Kejahatan Internet di AS

Hacker Curi Puluhan Juta Nomor Kartu Kredit

Sebagai informan Secret Service, dia menyabot jaringan komputer para perusahaan ritel
Senin, 14 September 2009, 09:03 WIB
Renne R.A Kawilarang
Ilustrasi Pencurian Kartu Kredit (msu.edu)

VIVAnews – Seorang penyabot komputer mengaku bersalah mencuri dan menyalahgunaan puluhan juta nomor kartu kredit dan debit di Amerika Serikat (AS). Padahal, selama ini dia dikenal sebagai informan polisi untuk kasus-kasus kejahatan lewat internet.

Pihak berwenang di AS mengungkapkan bahwa pria yang dimaksud adalah Albert Gonzalez. Pria berusia 28 tahun asal Miami itu mengaku melakukan salah satu sabotase yang paling lihat dalam satu dekade terakhir.

Gonzalez berhasil menerobos sistem komputer sejumlah perusahaan ritel utama di AS – diantaranya TJX Cos., BJ’s Wholesale Club, OffcieMax, Boston Market, Barnes & Noble, dan Sports Authority. Dia juga mencuri data puluhan juta nomor kartu kredit dan debit.

Gonzalez mengaku bersalah atas semua 19 tuduhan yang dijatuhkan Pengadilan Distrik di Boston, Jumat pekan lalu 11 September 2009. Dengan demikian, Gonzalez terancam hukuman penjara maksimal selama 25 tahun.

Namun, itu hanya hukuman yang dijatuhkan pengadilan distrik di Boston. Dia bakal terkena kasus serupa oleh pengadilan di New York, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Tak tertutup kemungkinan, Gonzalez juga dikenakan tuduhan dan bobot yang serupa oleh pengadilan-pengadilan di kota lain mengingat begitu luas lingkup kejahatan yang dia lakukan. Bila semua hukuman digabung, Gonzalez bisa saja terancam vonis penjara ratusan tahun. Pengadilan baru akan memvonis Gonzalez pada 8 Desember mendatang.

Pengacara Gonzalez di Miami, Rene Palomino Jr., menyatakan bahwa kliennya adalah pemimpin sindikat yang mengincar perusahaan-perusahaan ritel. “Dia kini telah menyesali semua perbuatannya,” kata Palomino.

Dikenal dengan sebutan “soupnazi” di jaringan internet, Gonzalez adalah seorang jenius yang mempelajari sistem komputer secara otodidak. Dia sebenanya mulai berurusan dengan aparat hukum pada 2003, namun Gonzalez tidak ditangkap. Sebagai gantinya, dia bersedia menjadi informan bagi Secret Service untuk mencari para hacker lain.

Namun, dasar sudah bermental penjahat, Gonzalez tetap saja melakukan perbuatan melanggar hukum. Selama lima tahun, dia merajalela dalam menyabot sistem komputer perusahaan-perusahaan bonafide yang masuk dalam kelompok Fortune 500. Di saat yang sama dia tetap menjalankan tugas sebagai informan aparat keamanan.

Dari hasil kejahatannya itu, Gonzalez menikmati gaya hidup berlimpah. Dia meraup uang US$2,8 juta, mampu membeli kondominium di Miami dan mobil mewah BMW.

Pihak keamanan berhasil menangkap Gonzalez pada Mei 2008. Ketika itu, dia bersama pacarnya menginap di suatu hotel mewah di Pantai Miami.

Namun, setelah tertangkap, dia harus menyerahkan semua hasil kejahatannya – termasuk sebuah cincin Tiffany yang dia berikan kepada pacarnya dan sejumlah jam tangan Rolex yang terlanjur dia hadiahkan untuk ayah dan teman-temannya. (AP)

• VIVAnews

Kategori:Internet Tag:, ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: