Beranda > Seksologi > “Foreplay”, Sayang Bila Terlewat…

“Foreplay”, Sayang Bila Terlewat…

Senin, 14 September 2009 | 11:08 WIB

KOMPAS.com — Mayoritas pria berpendapat, mereka belum melakukan hubungan seks bila tidak terjadi penetrasi penis ke vagina. Tak heran bila kebanyakan pria selalu ingin menuju “menu utama” dan melupakan “appetizer“, bahkan meski mereka tahu foreplay adalah hal yang wanita inginkan.

Menurut psikiater, Mark Epstein, MD, kebanyakan pria masih takut pada tubuh wanita. “Tak semua pria berani mengeksplorasi seksualitas perempuan karena hal itu adalah sesuatu yang sempurna,” kata penulis buku Open to Desire: Embracing a Lust for Life.

Selain itu, Epstein berpendapat, ada alasan lain yang menyebabkan banyak pria melewati sesi foreplay sebelum bercinta. “Kebanyakan pria takut kehilangan ereksinya,” kata dia. Ketakutan akan “yunior” yang tiba-tiba melempem kembali begitu mendominasi isi kepala pria saat bercinta.

“Bila pria sudah ketakutan ereksinya hilang, mereka jadi malas melakukan foreplay atau melakukannya secara singkat karena ingin menuju permainan utama,” kata Louanne Cole Weston, PhD, terapis seks dan konsultan perkawinan dari California, AS.

Para pria tersebut, menurut Weston, menganggap hubungan seksual seperti sebuah pertandingan yang dinilai dari tingkat kekerasan ereksi dan durasinya. “Padahal, bila seorang pria mampu membuat pasangannya merasa diinginkan dan dicintai dengan tulus, ia tak akan peduli pada seberapa keras ereksi Anda,” tuturnya.

Sebenarnya tak sulit untuk memancing gairah seksual wanita sekaligus membuatnya merasa dicintai. Sentuhan kecil nan menggoda disertai pujian manis (misalnya mencium lehernya sambil mengatakan betapa Anda bangga punya istri secantik dirinya) akan membuat hatinya hangat dan merasakan kedekatan yang sangat personal.

“Undangan cinta” untuk pasangan juga bisa dilakukan sambil menstimulasi titik-titik peka di tubuhnya. Cara terbaik untuk menikmati momen foreplay adalah dengan membiarkannya semua berlangsung secara alami. Berkonsentrasilah saat menyentuh pasangan. Memasang target harus bisa membuat pasangan orgasme berganda atau target bercinta sekian menit hanya akan mengacaukan konsentrasi.

“Beberapa menit ekstra untuk menyenangkan pasangan adalah nilai plus bagi pria. Lupakan dulu adegan quickie seks seperti di film, memang terlihat menggairahkan, tapi seks terburu-buru justru membuat wanita frustasi,” kata Weston.
AN
Sumber : WebMD
terkait :

  1. 4 September 2017 pukul 18:29

    I am trying to learn more about this issue. I enjoyed reading what you had to say.

  2. 2 September 2017 pukul 13:19

    You remind me of my girlfriend. You have a great sense of humor. This stuff is great! There are certainly a lot of details to take into consideration.

  3. 2 September 2017 pukul 06:45

    It is really unbelievable you do not have a larger following. I bookmarked it to my bookmark site list and will be checking back soon. I know top Google experts would agree. Take a look at my web site as well and let me know what you think.

  4. 1 September 2017 pukul 01:59

    My best friend is trying to discover more on this field. The people you love are lucky to have you in their lives. Hello from Wyoming!

  5. 31 Agustus 2017 pukul 16:01

    I am impressed, I need to say. This is an excellent, an eye-opener for sure!

  6. 31 Agustus 2017 pukul 07:53

    Are there other blogs you work on? I like your style. I am impressed, I have to say. I truly think this website needs much more consideration. I will probably be again to read much more, thanks for that info.

  7. yoursurprise-1
    7 Desember 2011 pukul 15:03

    Do you have a spam issue on this blog; I also am a blogger, and I was wanting to know your situation; many of us have developed some nice practices and we are looking to swap methods with other folks, please shoot me an email if interested.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: