Beranda > Seksologi > Ketika “Si Adik” Terus Berdiri

Ketika “Si Adik” Terus Berdiri

 

 

Kemampuan ereksi merupakan modal lelaki dalam mengarungi kehidupan seksual bersama pasangan. Namun, ereksi terus-menerus, bahkan tanpa adanya rangsangan seksual, juga bisa mendatangkan masalah. “Si adik” yang berdiri terus ini dalam istilah medis disebut priapism.

Priapism merupakan ereksi yang berlangsung terus-menerus dan sering kali disertai rasa sakit. Kondisi ini timbul ketika darah di penis terperangkap dan tidak bisa disalurkan. Bila kondisi ini tidak segera ditangani, maka hal itu bisa menyebabkan jaringan parut (scar) dan impotensi yang permanen. Priapism bisa menimpa pria berbagai usia, termasuk bayi.

Gejala priapism antara lain ereksi yang menetap selama 4-6 jam, timbul nyeri, dan batang kelamin keras meski ujungnya lunak. Priapism juga bisa terjadi meski tidak ada dorongan seksual.

Priapism dibagi ke dalam dua kategori, yakni priapism aliran rendah, yang terjadi karena darah terjebak dalam bilik ereksi. Ini biasanya terjadi karena pria yang menderita anemia sel sabit, leukemia, atau malaria. Tipe yang kedua adalah priapism aliran tinggi, yang terjadi karena pecahnya arteri akibat luka atau cedera di penis atau perineum (area antara anus dan skrotum) sehingga darah di penis tidak bisa mengalir lancar.

Penyebab “priapism” antara lain:
– Anemia sel sabit
Mayoritas kasus priapism disebabkan oleh kondisi ini. Anemia sel sabit merupakan penyakit keturunan yang ditandai dengan sel darah merah berbentuk sabit, kaku, dan anemia hemolitik kronik. Sel sabit ini rapuh dan akan pecah pada saat melewati pembuluh darah, menyebabkan anemia berat, dan penyumbatan aliran darah. Penyakit ini umumnya menyerang orang kulit hitam.

– Obat-obatan
Beberapa jenis obat atau kesalahan penggunaan obat juga bisa menyebabkan priapism, misalnya obat depresi atau obat untuk terapi penyakit kejiwaan. Obat untuk mengobati impotensi atau suntikan langsung di alat vital diduga juga bisa menyebabkan priapism.

– Penyebab lain
Priapism juga bisa disebabkan oleh cedera di bagian area genital, gigitan laba-laba black widow, keracunan karbon monoksida, dan penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain atau mariyuana.

Pengobatan
Tujuan dari pengobatan priapism adalah menyudahi ereksi dan menjaga agar fungsi alat vital tetap terjaga. Terapi yang dilakukan dokter antara lain:

– Mengompres penis dan perineum dengan kompres es untuk mengurangi pembengkakan.

– Operasi. Tindakan ini diambil bila bagian arteri di alat vital pecah.

– Injeksi intracavernous yang bertujuan untuk menyempitkan pembuluh darah sehingga darah yang masuk ke alat vital berkurang, sedangkan darah yang keluar bertambah.

– Penyedotan darah di bagian penis setelah dokter melakukan anestesi. Hal ini ditujukan untuk mengurangi pembengkakan.

– Obat. Studi terkini yang dilakukan pada tikus percobaan menunjukkan bahwa penggantian enzim mampu mengatasi priapism. Namun, hal itu masih harus dibuktikan pada manusia.[kompas.com]

  1. 26 Juli 2013 pukul 10:27

    Simply desire to say your article is as astounding. The clearness on your submit
    is just great and that i could assume you’re a professional in this subject. Fine with your permission allow me to clutch your RSS feed to keep up to date with coming near near post. Thanks a million and please continue the gratifying work.

  2. 9 November 2009 pukul 18:48

    wah om……..ini info yang berguna tuk om hariez,om indra sama om bedjho dech kayaknya hahah……
    makasih
    salam hangat selalu

    • 10 November 2009 pukul 05:48

      emangnya buat blue belum berguna ya? hehe

  3. Dangstars
    9 November 2009 pukul 16:46

    Mantep nih artikel,,

    • 10 November 2009 pukul 05:46

      mantepnya buat siapa yah? hehe

  4. riza_kasela
    9 November 2009 pukul 15:41

    kalo gak bisa tegang alias impoten mungkin bisa disembuhkan dengan mengonsumsi habbatussauda.
    Untuk pesan habbatussauda ORGANIK dapat melalui http://rizaherbal.wordpress.com/

    • 10 November 2009 pukul 05:45

      makasih atas infonya mas..

  5. 9 November 2009 pukul 11:20

    segala sesuatu kalo kebanyakan memang tidak bagus

    • 9 November 2009 pukul 14:06

      yup, betul mas
      dikit2 aja asal banyak,hehehe

  6. Dangstars
    8 November 2009 pukul 20:34

    Saya suka juga berdiri..om

    • 9 November 2009 pukul 14:05

      aku sendiri juga suka berdiri, hehehe

    • Dangstars
      9 November 2009 pukul 16:56

      Wakkkaaakkk

  7. 7 November 2009 pukul 18:11

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    bahaya , gak?

    • 9 November 2009 pukul 14:04

      bahaya boss,
      apalagi kalo sebulan penuh berdiri terus menerus
      bisa meledak !

    • Dangstars
      9 November 2009 pukul 16:49

      Alamaakkk..masih berdiri aja tuh pisang….nya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: